Dinas Ketapang sendiri telah merancang program sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama di kalangan pelajar sekolah dasar, mengenai pentingnya pola makan yang lebih seimbang dan sehat.
Selain konsumsi beras, tingginya kadar pestisida dalam bahan pangan juga menjadi sorotan dalam rapat tersebut.
Edvidel Arda mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan di Pasar Ibuh menunjukkan angka residu pestisida yang cukup tinggi.
"Saat ini banyak bahan makanan yang mengandung pestisida dalam kadar yang mengkhawatirkan. Akibatnya, sayuran yang dijual di pasar menjadi kurang segar dan berpotensi membahayakan kesehatan konsumen," paparnya.
Menurutnya, langkah yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada petani dan pedagang untuk mengurangi penggunaan zat kimia dalam proses budidaya serta penyimpanan bahan pangan. Selain itu, konsumen juga diimbau untuk lebih selektif dalam memilih produk yang dikonsumsi.
Menanggapi berbagai tantangan yang dihadapi, Komisi B menegaskan dukungannya terhadap program Ketapang dan mendorong sinergi yang lebih erat antara pemerintah dan masyarakat dalam pengawasan pangan.
"Kami berharap ada komunikasi yang lebih intensif antara Komisi B dan Dinas Ketahanan Pangan, agar program-program yang telah dirancang dapat berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Ryan Made Hanesty.
Sejalan dengan hal itu, Edvidel Arda berharap dukungan dari DPRD dapat membantu mempercepat implementasi program yang telah dirancang.
"Harapan kami, terjalin hubungan yang lebih intensif dengan Komisi B sehingga kegiatan-kegiatan yang kami lakukan bisa didukung di masyarakat dan berjalan secara optimal," tutupnya. (Do)
Editor : Medio Agusta






