"Kami mengingatkan agar seluruh OPD memperhatikan pentingnya metadata sebagai bagian dari tata kelola data yang baik. Ini tidak hanya untuk mendukung proses statistik, tetapi juga untuk memastikan data tersebut dapat diakses dan dipertanggungjawabkan," tegas Desi.
Desi menyatakan bahwa domain kualitas data masih memerlukan perhatian lebih. "Kami fokuskan pembinaan ini pada kualitas data agar di tahun mendatang, nilai EPSS Kota Payakumbuh dapat meningkat," tutupnya.
Staf Ahli Wali Kota Payakumbuh, Herlina, yang mewakili Pj. Wali Kota Suprayitno, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan workshop ini. Herlina menekankan pentingnya kerjasama antara BPS dan pemerintah daerah dalam menghasilkan data yang akurat untuk mendukung pembangunan daerah.
"Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah kualitas data statistik. Dengan data yang akurat dan terpercaya, pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat guna mencapai tujuan pembangunan," ujarnya.
Herlina juga menyatakan bahwa komitmen bersama antara BPS dan OPD sangat penting untuk memastikan kelancaran proses pendataan yang sesuai dengan prosedur dan kaidah yang ada.
Workshop ini melibatkan Bappeda, Dinas Kominfo, BPS, dan OPD sebagai produsen data. Diharapkan, kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi statistik dan metadata yang diperlukan oleh masing-masing produsen data.
Fokus pada Kualitas Data Workshop ini juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas data, salah satu dari lima domain EPSS, yaitu Prinsip SDI, Kualitas Data, Proses Bisnis Statistik, Kelembagaan, dan Sistem Statistik Nasional.
Dengan sinergi yang terjalin antara BPS, pemerintah daerah, dan OPD, diharapkan tata kelola data di Kota Payakumbuh akan semakin membaik, mendukung pembangunan yang lebih akurat, terpadu, dan berkelanjutan. (Do)
Editor :






