PADANG - Universitas Negeri Padang akan segera menerima calon mahasiswa dari China untuk semester berikutnya dalam rangka meningkatkan jumlah mahasiswa internasional. Hal ini didorong oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Rakyat Tiongkok, Yudil Chatim, S.K.M., M.Ed.
Demikian disampaikan oleh Rektor Prof. Dr. Ganefri, Ph.D. dalam sambutannya pada kegiatan Pertemuan Pembahasan Kerja Sama Universitas Negeri Padang dengan Beberapa Perguruan Tinggi di China yang diselenggarakan pada Selasa (23/1) bertempat di Ruang Sidang Senat Kampus UNP Air Tawar Padang.
Pertemuan ini dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Ketua Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Direktur Sekolah, Kepala Departemen, dan Koordinator Program Studi.
Lebih lanjut kata Rektor Prof. Dr. Ganefri, Ph.D., proses suksesi kepemimpinan Rektor Universitas Negeri Padang dapat berlangsung secara baik demi kemajuan universitas untuk masa selanjutnya.
"Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia pada saat ini terutama sangat tergantung pada Negara Amerika dan Negara China. Untuk itu kita perlu meningkatkan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di China," tambah Rektor Prof. Dr. Ganefri, Ph.D.
"Pemakalah kita tentang pendidikan dan kebudayaan Tiongkok perlu dilihat langsung ke Tiongkok tersebut. Pemahaman yang utuh tentang kemajuan Tiongkok dapat dilihat dengan berkunjung langsung ke Tiongkok tersebut," tambah Yudil Chatim, S.K.M., M.Ed.
Lebih lanjut kata Yudil Chatim, S.K.M., M.Ed., asal mula pengobatan tradisional China sesungguhnya berasal dari Nusantara pada masa zaman Majapahit yang dibawa oleh pedagang China dari Nusantara.
"Kampus adalah pabrik sumber daya manusia. Untuk itu kerja sama Universitas Negeri Padang sangat perlu dilakukan dan ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya," jelas Yudil Chatim, S.K.M., M.Ed.
Kata Yudil Chatim, S.K.M., M.Ed., pada saat ini ada sebanyak 25 Perguruan Tinggi di Tiongkok yang sudah membuka Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.
Editor : Marjeni Rokcalva






