SAWAHLUNTO- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Sawahlunto merekomendasikan 19 temuan khusus ditahap coklit yang berhasil dihimpun dan sudah direkomendasikan untuk jadi perhatian Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, ke 19 temuan itu di ungkap Divisi Pencegahan Fira Hericel,S.Sos dalam acara konpers yang dihadiri sejumlah wartawan lokal di aula Bawaslu, Lubangpanjang, Selasa (4/4-2023).
Fira Hericel, Kordiv Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubmas menguraikan ke 19 temuannya tersebut terdiri dari, petugas Pantarlih yangvtidak teliti, ada pemilih yang ditempatkan di TPS kurang tepat, pemilih belum coklit, pemilih satu rumah beda TPS, pemilih Tidak terdaftar, penempatan dan pengisian stiker kurang tepat, perbedaan alamat, pemilih belum memiliki KTP-el, belum coklit, warga meninggal, dan daftar ganda.
Selain itu juga ada temuan Pantarlih tidak melakukan coklit sesuai aturan peraturan perundang-undangan, data warga pindah , progres coklit lambat, Pantarlih tidak memberitahu jadwal coklit pada pengawas. Tidak adanya penjelasan terkait kondisi disabilitas yang diberi tanda dialat kerja Pantarlih dan tidak dicantumkan distiker, kemudian pemilih yang tidak ditemui dan pemilih yang tidak dikenal.
"Semua temuan ini merupakan hasil yang kami himpun dari pengawasan melalui petugas-petugas ad hoc Bawaslu dilapangan, dan laporan ini sudah disampaikan ke KPU Kota Sawahlunto untuk diperbaiki dan lengkapi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan." Kata Fira, sembari minta media ikut berperan menyampaikan informasi ini untuk diketahui masyarakat.
Dikatakan Fira, pengawasan yang dilakukan Bawaslu dimulai dari penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang dimulai tanggal 30 Maret 2023, Bawaslu Kota Sawahlunto temukan 8 kategori pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) berdasarkan hasil pengawasan Coklit menggunakan metoode uji petik.
Meski secara kalkulasi, jumlah PKD hanya 37 personil, jauh lebih kecil dari jumlah Pantarlih yang mencapai 205 personil atau setara 18 % dari jumlah Pantarlih, namun jajaran pengawas pemilu mampu menguji 73 % pemilih atau sejumlah 35.904 pemilih secara keseluruhan 49.187. Artinya, strategi uji petik ini sangat efektif untuk menguji kualitas hasil Coklit sekaligus mampu menyasar pemilih wilayah rentan.
Temuan Saat Uji Petik
Pada uji petik atas prosedur, Bawaslu Kota mendatangi Kepala Keluarga (KK) dari pintu ke pintu dari 18 Februari hingg 14 Maret 2023. Berdasarkan hasil koordinasi PKD dengan pihak Kelurahan/Desa, terdapat 21.066 KK secara keseluruhan, lalu PKD melakukan uji petik minimal 10 KK per hari sehingga dalam 31 hari masa Coklit menghasilkan uji petik terhadap 14.095 KK atau 67 persen dari keseluruhan KK.
Dari hasil uji petik itu diperoleh data sebagai berikut, sudah dicoklit dan sudah ditempel stiker: 12.803 KK (61 %), belum dicoklit dan sudah ditempel stiker: 0 KK, sudah dicoklit dan tidak ditempel stiker: 8 KK (0,04 %), sebelumnya, Bawaslu Kota Sawahlunto beserta jajaran melakukan pengawasan melekat selama 1 pekan pertama Coklit (12- Februari 2023), kemudian uji petikminimal 10 KK perhari oleh masing-masing PKD, hasilnya ditemukan masalah-masalah tersebut.
Editor :






