IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Gema Alif Ba Ta Terdengar Lagi Dari Surau Lakuak

Surau Lakuak, di jorong Batang Pamo Nagari Pianggu yang dihidupkan kembali oleh dua beradik Dayu dan Susi. suhanews.com
Surau Lakuak, di jorong Batang Pamo Nagari Pianggu yang dihidupkan kembali oleh dua beradik Dayu dan Susi. suhanews.com
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

SUNGAI LASI - Surau Lakuak, mungkin begitu asing bagi masyarakat Sumbar, bahkan bagi masyarakat Nagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai Lasi Kabupaten Solok mungkin masih ada yang tidak tahu. Ya begitulah. Hingga surau yang sedikit tersuruk di kaki Bukit Barisan tak jauh dari "jalan kureta" ini semakin sunyi ditinggal jamaah dan para santri.

Tak terdengar lagi ejaan "Alif Ba Ta" dari para santri yang belajar mengaji, atau alunan bacaan shalat setiap petang Kamis sebagaimana surau pada lazimnya.

Jamaah hanya datang berkunjung dikala Ramadhan untuk melaksanakan Tarwih, itupun jumlahnya tak banyak. Tak memenuhi syaf yang tersedia dalam surau.

Kondisi ini membuat Refni Dayu, S.Pd.I dan adiknya Susi Susanti, S.Pd tergerak untuk menghidupkan kembali surau tempat dimana dulu mereka pernah belajar mengaji dan belajar agama.

Dua beradik lulusan STAIN Batu Sangkar inipun mulai menyusun strategi untuk mengajak anak-anak disekitar Lakuak jorong Batang Pamo nagari Pianggu untuk belajar mengaji di Surau ini.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dengan tekad yang bulat Dayu memutuskan resign dari tugasnya sebagai guru SUBP pada SMPN 1 Sungai Lasi dan mengoptimalkan mengelola dan mengajar santri TPA di Surau Lakuak.

Langkah itu dimulai Dayu dan Susi setelah Idul Fitri 1440 H yang lalu tepatnya 17 Juni 2019. Dengan penuh kesabaran keduanya mendatangi rumah-rumah yang memiliki anak usia sekolah untuk diajak mengaji di Surau Lakuak. Respon cukup bagus, 5 santri menyatakan kesediannya yang diukung orang tua untuk mengantar jemput, karena jarak rumah mereka dengan surau lumayan jauh.

Pada hari pertama mengaji yang dijadwalkan pukul 15.00 telah datang tiga santri. Mereka mencatatkan sejarah dalam kebangkitan Surau Lakuak. Ketiganya Tika (6), Karisa (5) dan Nadila (5).

Kendala pertama muncul, yakni masuk waktu Ashar. Yang ada di surau hanya wanita semua. Dayu, Susi dan ketiga santri ini. Melongok ke sekitar juga tak tampak warga yang bisa dipanggil untuk jadi muazin dan imam karena masih disibukan bekerja disawah atau ladang.

Akhirnya diputuskanlah membunyikan azan dari hape dengan aplikasi youtube. Masalah belum berakhir, saat akan shalat kembali muncul pertanyaan siapa yang akan jadi imam. Keputusan jatuh kepada Dayu, karena semua yang ada di surau adalah wanita.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH