Di akhir semester juga dilaksanakan ujian untuk mengukur perkembangan santri dalam belajar. Materi yang diberikan antara lain Fiqih, SKI, Bacaan Al Qur'an dan Tahfiz. Ujian disesuaikan dengan tingkatan pelajaran mereka. Ujian ini juga dilengkapi dengan rapor.
Selain mengembangkan pelajaran dengan berbagai metode hingga santri betah, dayu dan Susi juga memviralkan kegiatan Surau Lakuak ini di dunia maya. Dengan mengekspos semua kegiatan ke facebook dan membuat group WA wali murid. Ini berdampak positif, terbukti hingga kini banyak donatur yang peduli dan memberikan bantuan.
Hingga anak-anak disekitar Batang Pamo yang biasanya mengaji ke Silungkang kini beralih ke Surau Lakuak.
Setelah lebih kurang enam bulan menghidupkan kembali Surau Lakuak, kini Dayu dan Susi telah mendidik 32 santri yang berasal dari sekitar Batang Pamo. Semoga para santri ini kelak menjadi generasi penerus bangsa yang Beriman, Berilmu Pengetahuan dan melek Teknologi.
Biar kelak, Surau Lakuak sebuah bangunan usang yang terletak diantara Bukit Barisan dan liku "jalan kureta" Solok Sawah Lunto ini menjadi saksi perjalanan santri-santri ini menuju keberhasilannya seperti ikhlasnya dua guru mereka Dayu dan Susi.
suhanews.com/F.Moentjak Editor :







