IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Subuh Mubarak UNP Pagi Ini: Mencontoh Nabi Ibrahim dalam Beramar Makruf Nahi Mungkar

Kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (5/6) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang. Foto ET.
Kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (5/6) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang. Foto ET.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Keteladanan Nabi Ibrahim dalam beramar makruf dan bernahi mungkar adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan kita untuk diimplementasikan dalam kehidupan kita sekarang.

Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata, Ph.D. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (5/6) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.

"Banyak hal yang dapat dipahami, misalnya bahwa Nabi Ibrahim melakukan riset terlebih dahulu dalam hal mencari kebenaran sebelum menyimpulkan hal tersebut. Hal ini sesuai sekali dan perlu diimplementasikan dalam dunia akademik di perguruan tinggi," jelas Rektor Krismadinata, Ph.D.

Rektor Krismadinata, Ph.D.
Rektor Krismadinata, Ph.D.


Pada kesempatan itu, Rektor Krismadinata, Ph.D. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Dr. Muhammad Hidayat, M.A. sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial pada Jumat pagi ini.

Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.

Ustaz Dr. Muhammad Hidayat, M.A. melalui ceramahnya bertopik "Mencontoh Nabi Ibrahim dalam Beramar Makruf Nahi Mungkar," menyampaikan bahwa ketika seseorang mengajak orang lain untuk kebaikan dan mengajak orang lain mencegah kemungkaran adalah sangat berkaitan dengan aktivitas kita di Universitas Negeri Padang.

Ustaz Dr. Muhammad Hidayat, M.A.
Ustaz Dr. Muhammad Hidayat, M.A.Ustaz Dr. Muhammad Hidayat, M.A.


"Kita dapat mencontoh Nabi Ibrahim dan perlu diketahui bahwa Nabi Ibrahim terdapat di dalam nama surat di dalam Alquran dan nama nabi Ibrahim beberapa kali disebut di dalam bacaan salat kita," jelas Ustaz Dr. Muhammad Hidayat, M.A.

Lebih lanjut Ustaz Dr. Muhammad Hidayat, M.A. menyampaikan Nabi Ibrahim adalah Nabi yang berani dalam menyampaikan kebenaran dan berani dalam mencegah kemungkaran.

"Dalam kehidupannya, Nabi Ibrahim dengan etika moral menyampaikan secara baik kepada Ayahnya agar menghentikan pembuatan patung-patung yang disembah oleh umat pada masa itu. Artinya, Nabi Ibrahim menyampaikan kebenaran terlebih dahulu melalui Ayahnya," tukuk Ustaz Dr. Muhammad Hidayat, M.A.
Pada kesempatan itu, Ustaz Dr. Muhammad Hidayat, M.A. menjelaskan
Surat Maryam ayat 42 dan 43 yang mengisahkan tentang adab dan dialog dakwah Nabi Ibrahim AS kepada ayahnya yang menyembah berhala. Nabi Ibrahim mengajak sang ayah menggunakan akal sehat dan ilmu.

Ustaz Dr. Muhammad Hidayat, M.A. juga mengemukakan Nabi Ibrahim juga mencoba secara berkali-kali untuk menemukan kebenaran dalam hal mencari Tuhan (Allah) dalam kehidupannya melalui benda-benda langit dan jagat raya yang dilihatnya. Nabi Ibrahim berkesimpulan bahwa sesuatu yang ditemukan di alam yang selalu hilang dan muncul kembali bahwa hal itu bukanlah Tuhan melainkan sebagai ciptaan Allah. (ET)

Editor : Ermanto
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH