KERINCI - Air hujan yang bercampur dengan material vulkanik (lahar dingin) turun dari Gunung Kerinci, Jambi dan mengalir ke sungai yang berada di Kayu Aro, Jumat (10/12). Fenomena yang disebut hujan lahar dingin itu sempat menghebohkan warga sekitar.
Fenomena itu mengakibatkan getaran 12 mikrometer menurut amplitudo. Sehingga masyarakat diingatkan waspada.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Kerinci, Irwan Safwan, Sabtu (11/12) menyebutkan, karena hujan lebat di gunung, sehingga terjadi banjir. Timbul getaran yang 12 mm.
Ia pun mengatakan bahayanya hujan lahar bergantung dengan volumenya. Jika volumenya besar dapat membahayakan masyarakat, hingga terjadi banjir.
Hujan lahar, kata Irwan, bisa saja terjadi kembali, karena bergantung dengan adanya hujan lebat. Masyarakat pun diingatkan untuk selalu waspada, khususnya yang bermukim di sekitar sungai dekat Gunung Kerinci.
Aktivitas gunung yang memiliki tinggi 3.805 mdpl itu berstatus level II atau diwaspadai semenjak tahun 2007. Sedangkan saat ini Gunung Kerinci belum boleh didaki sampai ke puncak. Para pengunjung hanya boleh mendaki sampai shelter 2.
"Sesuai SOP, sampai sekarang untuk pendakian shelter 2 atau 3 kilometer dari puncak. Ini sesuai hasil yang didapatkan PVMBG. Kalau statusnya gunungnya saya tidak tahu betul, yang jelas ketentuan pendakian sampai shelter 2 belum dicabut," ujar Dudung, Petugas Pos Pemantauan R 10.
Shelter 2 Gunung Kerinci, kata Dudung, berada di ketinggian sekitar 2.700 mdpl. Sampai saat belum mendapatkan rekomendasi lain lagi untuk kewaspadaan dan masih menunggu informasi dari PVMBG. Untuk sementara hanya bisa sampai shelter 2, tapi juga lihat kondisi cuaca.
Sementara itu, Kepala BMKG Jambi, Ibnu Sulistyono mengatakan dalam 2 minggu ke depan wilayah Provinsi Jambi berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
Editor :






