Subuh Mubarak UNP Pagi Ini: Nilai-nilai Keteladanan Rasulullah dalam Bidang Ekonomi

PENDIDIKAN-168 hit

PADANG - Pandemi Covid-19 mudah-mudahan segera mereda dan kita secara bersama-sama mendukung pelaksanaan vaksin agar kita dapat melaksanakan aktivitas akademik dan perkuliahan semester Januari-Juni 2022 kembali secara tatap muka.

Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Keolahragaan pada Jumat (29/10) pagi ini secara virtual yang diikuti oleh pimpinan dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.

Pada kesempatan itu, Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Ustaz H. Syafrizal, Sf., S.I.Q., S.Ag., M.Pd. sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang yang diselenggarakan secara virtual.

Baca Juga


Dalam ceramahnya dengan topik "Nilai-nilai Keteladanan Rasulullah dalam Bidang Ekonomi", Ustaz Ustaz H. Syafrizal, Sf., S.I.Q., S.Ag., M.Pd. menjelaskan Nabi Muhammad bukan hanya sebagai seorang Rasul tetapi beliau juga diakui sebagai seorang ahli Ekonomi atau Ekonomi.

"Ketika Rasulullah melakukan perdagangan ke Syam, Muhammad melakukan perdagangan korma selalu memisahkan korma yang baik dan korma yang lembab serta berdagang menyebutkan modal atau harga pembelian korma dan meminta pembeli untuk bersedia membayarnya," tambah Ustaz H. Syafrizal, Sf., S.I.Q., S.Ag., M.Pd.

Lebih lanjut Ustaz H. Syafrizal, Sf., S.I.Q., S.Ag., M.Pd. menegaskan bahwa dalam sistem manajemen ekonomi perlu ditumbuhkan seperti yang dilakukan Rasulullah dengan kasih sayang, lemah lembut, permaafan, mendoakan pembeli, dan tidak boleh menentukan harga berjalan.

Menurut Ustaz H. Syafrizal, Sf., S.I.Q., S.Ag., M.Pd., pada masa kini diakui bahwa Kota Mekah dan Kota Madinah adalah kota terbaik dalam perdagangan di dunia.

Pada kesempatan itu, Ustaz H. Syafrizal, Sf., S.I.Q., S.Ag., M.Pd. juga menambahkan bahwa dalam lima rukun Islam hanya satu rukun yang tidak membutuhkan dana yakni syahadat dan untuk melakukan empat rukun yang lain harus membutuhkan dana.

"Berdasarkan hal itu tampak bahwa orang Islam adalah orang-orang yang baik ekonominya sehingga orang Islam harus bekerja untuk dunia seakan hidup selamanya dan beribadahlah seakan-akan mati esok pagi," jelas Ustaz H. Syafrizal, Sf., S.I.Q., S.Ag., M.Pd. (ET)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru