BUKITTINGGI - Pasca pengumuman tanda kelulusan siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bukittinggi. Kegiatan aksi coret-coret baju sekolah dan berkompoi-kompoi ria dengan sepeda motor masih menjadi budaya tahunan bagi sejumlah pelajar SMK di Bukittinggi.
Buktinya, Walaupun ditengah pandemi Covid-19, ratusan pelajar yang mengaku dari gabungan SMK di Bukittinggi yang baru menerima tanda kelulusannya pukul 17.00 WIB, Kamis (3/6) langsung melakukan aksi coret baju sekolah yang mereka pakai. Mereka berkompoi ria menuju ke destinasi wisata Malalak, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam dengan mengabaikan Protokol Kesehatan (Prokes), nyaris semuanya tidak memakai masker, dan Helm sebagai pengaman kepala saat berkendara.
Kepada media ini, mereka mengaku melakukan kegembiraan atas dinyatakan lulus ini memilih lokasi di sini, agar terhindar dari pengamatan pihak sekolah, dan petugas.
KepalaCabang Dinas(Kacabdin) Pendidikan wilayah1Sumatera Barat Mardison, S.Pd., M.Pd., yang dihubungi media ini melalui WhatsApp mengakui pengumuman tanda kelulusan bagi satuan pendidikan SMK dilakukan Kamis sore (03/06).
Sebelumnya pihak Cabdin Pendidikan Wilayah I Sumbar yang membawahi, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Kabupaten Agam telah menyurati Kepala Sekolah SMK, SMA dan SLB yang ada diwilayah binaannya.
"Tentang jadwal pengumuman kelulusan bagi satuan pendidikan dilakukan secara daring paling cepat pukul 17.00 WIB. Kemudian harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat atau Satpol PP agar siswa tidak melakukan coret-coret baju, dan berkompoi dengan sepeda motor," jelas Mardison. (Yus)
Editor : Marjeni Rokcalva






