IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Cuplikan Cerita Pilu Ketika Corona Mewabah

Foto Syamsul Azwar
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Cerita di atas semoga menjadi pembelajaran kita bersama di Sumatera Barat. Mari kesampingkan dulu ungkapan bila tak ajal berpantang untuk mati. Ranah bundo pun tengah terancam, masyarakatpun semakin dirundung resah dan gelisah berkepanjangan.

Tak cukup hanya pemerintah yang mengambil peran dan kebiijakannya, perlu gerakan bersama semua lapisan masyarakat untuk bertekad memutus mata rantai penularan virus ganas itu. Tanpa alasan kita konsisten melaksankan himbauan/edaran/Maklumat pemerintah dan ulama yang kita percaya.

Sehingga kita sangat berharap Gubernur sampai ke Bupati serta jajarannya dapat mengambil langkah langkah yang tepat. Mari kita selalu memberikan kepercayaan serta pandangan positif pada para pemimpin kita untuk mengambil kebijakan yang tepat. Abaikan politik, tak adalagi kecurigaan, jangan berikan pandangan negatif, dengan kebersamaan kita semoga, corona yang tengah bersiap melumat rakyat ranah bundo ini bisa teratasi bersama.

Sebab saat ini tak ada lagi waktu untuk sebuah perdebatan para elit, para pengambil kebijakan, para politisi dalam satu kesatuan diantara perbedaan, bersama kita gerakkan stop penularan Corona di ranah bundo tercinta ini.

Sebelum butiran butiran penyesalan menyelimuti kehidupan kita hingga ajal menjemput. Meski masalah ekonomi sangat menjadikan dampak dari Corona yang sedang melanda. Namun penurunan ekonomi itu juga takkan sebanding bila harus dikorbankan dengan nyawa keluarga besar kita.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Semoga tulisan ini, walapun sedikit dalam penggalan huruf yang dieja mejadi kata dan terungkai dalam kalimat kalimat hati dapat mengetuh hati kita, dapat membuka cara berfikir kita bersama untuk mebyelamatkan diri kita, istri, suami, anak serta karib kerabat yang kiya sayangi.

Betapa rindunya kita pada masa masa lalu bebas dan tak terkekang kemanpun kaki ini melangkah. Kini Corona telah menguji jiwa jiwa untuk sabar, mengekang raga dan kaki kita. Hanya itu yang bisa dilakukan saat ini, sebab penawar virus ini masih belum ditemukan dan dipastikan mampu menangkar Corona yang terbilang ganas itu.

Malam malam dalam renungan, tak pernah terlintas dalam angan bila hari-hari yang datang menejelang adalah hari hari sepi dalam ketakutan dan kegelisahan. Tak jua pernah terbayangkan kala masa masa suram itu akan datang menjelma oleh Corona semoga Allah. SWT segera membasmimu, amiin.

Meski secara kultur Ranah Minang dikenal sebagai daerah yang dikenal masyrakatnya santun dalam bergaul, ramah dalam bertutur serta hobi berkumpul dari lapau ke lapau, untuk sesaat harus merelakan demi Memutus mata rantai Corona, lebih banyak di rumah dan tak lagi berjabat tangan dalam setiap pertemuan, mengurangi kerumunan dan keramaian, mengekang sebuah kebebasan dan mengurangi berkumpul dari lapau ke lapau. Jelang pemerintah betul betul mengumumkan kondisi aman san kondusif. Salam Cinta Untuk Ranah Minang.

Meski tulisan pendek ini diangkat dari hasil perkembangan medsos seputar Corona, semoga memberikan sedikit inspirasi untuk kita dalam melawan dan penyebaran virus corona covid 19. (***)

Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777