IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

ANDI MULYA YANG SAYA KENAL

Foto P. Sri Fajar
Ilustrasi ANDI  MULYA YANG SAYA KENAL
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Ditengah kesibukannya sebagai speaker di berbagai seminar, trainer, lecture danresearcher, Andi masih sempat mendirikan media online: www.mak-adang.com.

Sebuah situs yang berusaha mengisi ruang era media digital yang serba cepat (realtime) namun sering mencederai jurnalisme yang bermutu.

Mak Adang menyuguhkan berbagai karya sastra dan kebudayaan Minang daripopular hingga ilmiah, namun penuh humanisme, kocak, bahkan kritik yang pedasnamun perlu, bak sambalado dalam hidangan Minangkabau.

Mak Adang sengaja dibangun untuk memenuhi harapan publik tidak sebatas yangberdarah/keturunan Minangkabau, melainkan untuk semua potensi bangsa yanghaus akan kekayaan khazanah sastra dan kebudayaan yang bernilai tinggi.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Sebelum mengeluti dunia jurnalistik dan olahraga, sebenarnya Andi Mulya sudahsangat lama menaruh perhatian besar pada sastra dan kebudayaan Minang. Hanyasaja, minat dan perhatiannya itu belum mendapat tempat dan momentum sampailahirnya Mak Adang.

Setelah lahir Mak Adang.com, media ini akhirnya menjadi seperti muara dari seluruhpemikiran sastra dan kebudayaan Minang Andi Mulya. Banyak tulisan, artikel, hasilriset serta sinopsis buku yang dituangkan di media ini. Pelan-pelan esainya dengan tajuk Catatan Harianku yang rutin terbit di facebook, bisa dinikmati di website tersebut. Kini jumlahnya sudah 1.600 lebih. Andi mencantumkan nomor setiap ia membuat catatan baru.

Terinspirasi oleh temannya Ampera Salim, ia mengikuti pula gaya tulisan Mak Uniang jo Simalanca, tentang parodi kisah aktual. Berbahasa Minang lucu dan menggelitik, kadang menjadi kritik pedas bagi yang mengerti. Parodi itu menganalogikan presiden menjadi seorang pak wali, DPR adalah lapau, anggota kabinet adalah pandeka atau parewa.

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH