Di desk ini, kami bahu membahu melakukan kerja reportase dan penulisan bersamasejumlah wartawan yang lebih senior seperti Bang Aidikar M. Saidi, Bang Erwin Nurdin,Pudji Lelono dan Ali Cestar. Bang Aidikar, Bang Erwin dan Ali Cestar, ketiganya dari Padang.Bang Aidikar, Pudji, dan Cestar sekarang sudah almarhum, hanya Bang Erwin dan sayasendiri, Paulus S Fajar, alias psf yang alhamdulillah masih diberi umur panjang.
Bang Aidikar kala itu lebih fokus meliput isyu isyu di sektor kelautan. Hampir setiap hari beliau stand by di Pelabuhan Tanjung Priok, khususnya ketika Pelabuhan Tanjung Priok dipimpin oleh Dirut Bapak Amir Harbani dan Menhubnya Bapak Haryanto Dhanutirto.
Rasanya tidak ada wartawan di Indonesia yang memiliki pengetahuan lebih luas, detaildan mendalam tentang Pelabuhan Tanjung Priok dibandingkan Bang Aidikar. Bang Aidikar, ibaratnya mengenal Tanjung Priok sampai ke lobang-lobang tikusnya. Tak heran seluruh wartawan maritim Jakarta yang suka 'ngepost' di Tanjung Priok menjadikanAidikar sebagai rujukan.
Sementara Bang Erwin Nurdin lebih fokus meliput isu penerbangan domestik. Pudji Lelono ke isu transportasi darat sambil sekali kali ke penerbangan. Maklum rumah Pudji Lelono dulu berdampingan dengan rumah Dirjen PerhubunganUdara, Bapak Zainuddin Sikado, di daerah Rawa Lumbu.
Sedangkan Ali Cestar fokus memantau berita berita penerbangan dan maritim globallewat newswire, agar jika ada berita menarik, bisa diterjemahkan ke bahasa Indonesia.







