IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Rumah Gadang Minangkabau: Jejak Adat, Sejarah, dan Kekayaan Arsitektur

Foto Muhammad Thariq Aulta
Ilustrasi Rumah Gadang Minangkabau: Jejak Adat, Sejarah, dan Kekayaan Arsitektur
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Jenis lainnya adalah Rumah Gadang Tungkuih Nasi yang tersebar di daerah Pariaman, Padang, dan Pesisir Selatan. Nama tersebut diberikan karena bentuk atapnya menyerupai bungkus nasi tradisional. Sama seperti Kajang Padati, rumah ini tidak menggunakan gonjong sebagai ciri utama atapnya. Salah satu contoh yang terkenal adalah Rumah Gadang Mande Rubiah yang berada di Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Pengaruh budaya Minangkabau juga berkembang hingga ke Negeri Sembilan, Malaysia. Di daerah tersebut dikenal Rumah Bumbung Panjang yang dianggap sebagai hasil perkembangan rumah gadang setelah mengalami penyesuaian dengan budaya Melayu setempat. Bangunan ini memiliki atap yang memanjang dan sedikit melengkung pada kedua ujungnya, tetapi tidak setajam gonjong yang terdapat pada rumah gadang di Sumatera Barat. Keberadaan Rumah Bumbung Panjang menunjukkan bahwa budaya Minangkabau mampu beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa kehilangan identitas aslinya.

Secara keseluruhan, keberagaman bentuk rumah gadang mencerminkan kekayaan budaya dan kemampuan masyarakat Minangkabau dalam menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan serta perkembangan zaman. Setiap jenis rumah gadang memiliki karakteristik tersendiri yang menunjukkan sejarah, nilai adat, dan identitas masyarakat pendukungnya. Oleh sebab itu, pelestarian rumah gadang menjadi langkah penting dalam menjaga warisan budaya Minangkabau agar tetap dikenal dan dihargai oleh generasi masa depan. ***

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH