Jenis lainnya adalah Rumah Gadang Tungkuih Nasi yang tersebar di daerah Pariaman, Padang, dan Pesisir Selatan. Nama tersebut diberikan karena bentuk atapnya menyerupai bungkus nasi tradisional. Sama seperti Kajang Padati, rumah ini tidak menggunakan gonjong sebagai ciri utama atapnya. Salah satu contoh yang terkenal adalah Rumah Gadang Mande Rubiah yang berada di Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan.
Secara keseluruhan, keberagaman bentuk rumah gadang mencerminkan kekayaan budaya dan kemampuan masyarakat Minangkabau dalam menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan serta perkembangan zaman. Setiap jenis rumah gadang memiliki karakteristik tersendiri yang menunjukkan sejarah, nilai adat, dan identitas masyarakat pendukungnya. Oleh sebab itu, pelestarian rumah gadang menjadi langkah penting dalam menjaga warisan budaya Minangkabau agar tetap dikenal dan dihargai oleh generasi masa depan. ***







