Di era globalisasi saat ini, pola pikir ABS-SBK terancam oleh kuatnya arus modernisasi. Gaya hidup yang makin individualis dan pergeseran budaya perkotaan membuat generasi muda Minangkabau kurang memahami falsafah asli mereka. Saat ini, adat dan agama sering kali mengalami pergeseran makna, di mana keduanya hanya dianggap sebagai pelengkap acara formal, seperti pada upacara pernikahan atau festival budaya
Untuk itu, perlu adanya upaya menghidupkan kembali nilai-nilai ABS-SBK. Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memulai revisi kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah Sumatera Barat. Selain itu, kita perlu memanfaatkan dunia digital untuk mengenalkan sejarah dan filosofi Minangkabau. Terakhir, fungsi Surau harus diperkuat lagi—bukan cuma sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembentukan mental, karakter, dan wawasan bagi generasi muda Minang







