IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Implementasi Falsafah ABS SBK dalam Pola Pikir Masyarakat Minang

Foto Alifia Navizra Putri
Ilustrasi Implementasi Falsafah ABS SBK dalam Pola Pikir Masyarakat Minang
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Di era globalisasi saat ini, pola pikir ABS-SBK terancam oleh kuatnya arus modernisasi. Gaya hidup yang makin individualis dan pergeseran budaya perkotaan membuat generasi muda Minangkabau kurang memahami falsafah asli mereka. Saat ini, adat dan agama sering kali mengalami pergeseran makna, di mana keduanya hanya dianggap sebagai pelengkap acara formal, seperti pada upacara pernikahan atau festival budaya

Untuk itu, perlu adanya upaya menghidupkan kembali nilai-nilai ABS-SBK. Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memulai revisi kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah Sumatera Barat. Selain itu, kita perlu memanfaatkan dunia digital untuk mengenalkan sejarah dan filosofi Minangkabau. Terakhir, fungsi Surau harus diperkuat lagi—bukan cuma sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembentukan mental, karakter, dan wawasan bagi generasi muda Minang

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) membuktikan bahwa budaya lokal dan agama bisa berjalan beriringan tanpa saling bertentangan. Bagi masyarakat Minangkabau, adat dan agama adalah dua hal yang menyatu dalam identitas mereka, saling menguatkan dan menyempurnakan. ***

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH