Seiring perkembangan zaman, teknologi pertanian modern mulai masuk ke berbagai daerah di Minangkabau. Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah penggunaan mesin traktor sebagai pengganti kerbau dalam membajak sawah. Traktor mampu mengolah lahan yang lebih luas dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan penggunaan tenaga hewan. Selain itu, hasil pembajakan juga lebih merata sehingga memudahkan proses penanaman. Kehadiran traktor sangat membantu petani, terutama ketika jumlah tenaga kerja di sektor pertanian semakin berkurang.
Perubahan juga terjadi pada sistem penyiraman tanaman. Jika dahulu petani hanya mengandalkan aliran air alami, kini sebagian petani menggunakan pompa air untuk mengalirkan air ke lahan pertanian. Penggunaan pompa air memungkinkan sawah tetap mendapatkan pasokan air meskipun berada jauh dari sumber air utama. Pada beberapa daerah, teknologi irigasi yang lebih modern juga mulai diterapkan untuk mengatur distribusi air secara lebih efisien.
Dalam bidang pemupukan, penggunaan pupuk kimia semakin banyak dilakukan karena dianggap mampu mempercepat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil panen. Petani kini dapat memilih berbagai jenis pupuk sesuai kebutuhan tanaman, seperti pupuk urea, NPK, dan pupuk lainnya. Namun demikian, sebagian petani tetap mengombinasikan pupuk kimia dengan pupuk organik agar kesuburan tanah tetap terjaga dan tidak mengalami penurunan kualitas.
Pada tahap panen, berbagai mesin pertanian mulai digunakan untuk mempercepat pekerjaan. Mesin perontok padi dan mesin panen modern mampu mengurangi waktu kerja serta menghemat tenaga petani. Jika dahulu proses panen membutuhkan banyak orang dan waktu berhari-hari, kini sebagian pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat. Hal ini tentu memberikan keuntungan bagi petani karena hasil panen dapat segera diproses dan dipasarkan.







