Surau menjadi pusat transfer nilai yang sesungguhnya, di mana anak muda tidak cuma diajari mengaji, tapi juga diajari bersilat untuk perlindungan diri serta mematangkan mental sebelum dilepas pergi merantau. Pendidikan bertugas membungkus nilai falsafah adat dan paket pengetahuan alam tadi, lalu menyuapkannya dengan renyah ke generasi berikutnya agar kita tidak perlu memulai pencarian ilmu dari nol lagi.
Hasilnya, dia mungkin akan sukses besar di luar sana, tapi lupa jalan pulang dan kehilangan rasa hormat pada tanah kelahirannya sendiri. Sebaliknya, kalau kita cuma sibuk membanggakan falsafah adat yang mulia tanpa mau mengasah pengetahuan baru dan menempuh pendidikan yang maju, niat baik kita untuk membangun daerah cuma bakal mentok jadi obrolan kosong di warung kopi tanpa ada aksi nyata yang akan mengubah keadaan. ***







