Dengan menghindari sumbang makan kita tidak hanya menghadirkan tatanan adat yang rapi, tetapi juga membangun manusia yang lebih peka, terhormat, dan beradab. Dalam makanan di adat Minangkabau terdapat pesan kuat, makan bukan hanya soal perut, tetapi juga soal hati dan adab. Jika makan dilakukan dengan adab, makanan bukan hanya menambah rasa kenyang melainkan juga menambah keluhuran jiwa. (***)
Sumbang Makan di Minangkabau: Etika Memenuhi Perut dengan Adab
Mahasiswa Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Unand
Opini lainnya
Rensa Ayu Lestari
Inilah Bahaya Pencemaran Merkuri dari Tambang Emas Ilegal
Inilah Bahaya Pencemaran Merkuri dari Tambang Emas Ilegal
Nasywa Huriyah Laththuf
Tradisi Merantau dalam Kehidupan Orang Minangkabau
Tradisi Merantau dalam Kehidupan Orang Minangkabau
Annisa Aulia Putri
Alat Musik Tiup Pupuik: Suara Angin dari Ranah Minang
Alat Musik Tiup Pupuik: Suara Angin dari Ranah Minang
Muhammad Thariq Aulta
Rumah Gadang Minangkabau: Jejak Adat, Sejarah, dan Kekayaan Arsitektur
Rumah Gadang Minangkabau: Jejak Adat, Sejarah, dan Kekayaan Arsitektur






