Di lingkungan keluarga nilai sumbang makan juga diajarkan sejak dini. Misalnya, anak yang mengunyah terlalu keras atau makan sambil berteriak akan diingatkan dengan lembut, sering kali dengan katakata nasihat seperti “jangan sumbang makan, nanti didoakan orang tua” atau “kalau makan, jangan jadi pihak yang menimbulkan rasa tidak nyaman”. Dengan cara ini, makan berubah menjadi momen pendidikan adab, bukan hanya pengisi perut.
Alasan Menghindari Sumbang Makan.
Mengapa sumbang makan harus dihindari? Dalam masyarakat Minangkabau ada beberapa nilai mendasar yang mendorong seseorang menjaga adab makan:
Menjaga kebersamaan dan kenyamanan tamu. Makan bersama adalah momen silaturahmi, jika satu orang makan dengan cara mengganggu suasana menjadi kurang nyaman. Menghindari sumbang makan berarti menghormati tamu dan menjaga keharmonisan acara.







