PADANG - Hakikat kurban dalam konteks pencarian ilmu sangat sesuai dalam aktivitas di Universitas Negeri Padang. Dalam dunia pendidikan, jurban adalah juga mengurbankan waktu untuk berbagai aktivitas pencarian ilmu dan meneruskan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata, Ph.D. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (22/5) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Para mahasiswa juga diharapkan berkurban waktu, berkurban tenaga secara maksimal untuk pencapaian ilmu, pencarian ilmu tidak dilakukan secara instan," jelas Rektor Krismadinata, Ph.D.
Pada kesempatan itu, Rektor Krismadinata, Ph.D. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Irsyad Syafar, Lc., M.Ed. yang merupakan anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan pada Jumat pagi ini.
Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Ustaz Irsyad Syafar, Lc., M.Ed. melalui ceramahnya bertopik "Hakikat Kurban dari Sisi Pencarian Ilmu," menyampaikan bahwa di dalam Islam, ibadah adalah penyatuan antara aspek zahir (perbuatan fisik) dan substansi atau batin dari ibadah tersebut (niat, keikhlasan, dan kehadiran hati). Keduanya tidak dapat dipisahkan agar ibadah diterima dan memberikan dampak spiritual.
"Kedua unsur ini saling melengkapi dan berkesinambungan. Zahir tanpa substansi adalah ibadah menjadi kosong atau sekadar rutinitas fisik hampa tanpa pahala, bahkan berpotensi mengarah pada riya (pamer). Substansi tanpa zahir adalah niat atau keyakinan di dalam hati tidak akan sah jika tidak diwujudkan melalui bentuk fisik yang telah disyariatkan dalam Islam," jelas Ustaz Irsyad Syafar, Lc., M.Ed.
Pada kesempatan itu Ustaz Irsyad Syafar, Lc., M.Ed. menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban harus mutlak sesuai dengan syariat Islam agar ibadah tersebut sah dan bernilai pahala. "Ketentuan utamanya mencakup syarat orang yang berkurban, jenis dan kondisi hewan, waktu penyembelihan, hingga tata cara penyembelihan," tambahnya.
"Hakikat qurban lebih dari sekadar ritual menyembelih hewan; ini adalah simbol spiritual untuk menyembelih ego, kesombongan, dan hawa nafsu. Proses ini mengajarkan penyerahan diri secara total dan menumbuhkan empati sosial melalui ketaatan kepada Sang Pencipta," jelas Ustaz Irsyad Syafar, Lc., M.Ed.
Lebih lanjut Ustaz Irsyad Syafar, Lc., M.Ed. menjelaskan dalam Islam, hakikat ilmu yang tertinggi bukanlah sekadar seberapa banyak teori atau gelar yang dikuasai, melainkan sejauh mana ilmu tersebut mampu melahirkan rasa takut, ketakwaan, dan kepatuhan mutlak kepada Allah.
"Hakikatnya, kurban bukan sekadar ritual menyembelih, melainkan wujud syukur, keikhlasan, dan ketakwaan seorang hamba. Makna Pengorbanan: Melatih keikhlasan, membunuh sifat egois (seperti kikir), dan menumbuhkan solidaritas serta kepedulian sosial dengan berbagi daging kepada sesama," tukuk Ustaz Irsyad Syafar, Lc., M.Ed.
Jelas Ustaz Irsyad Syafar, Lc., M.Ed., ibadah kurban adalah sarana pendidikan spiritual (ilmu) untuk membentuk karakter mukmin sejati. Melalui proses ini, seorang muslim mempelajari ilmu tauhid (kepatuhan mutlak kepada Allah), ilmu fikih (syarat, rukun, dan tata cara penyembelihan), serta ilmu sosial (empati dan kepedulian terhadap sesama). (ET)
Subuh Mubarak UNP Pagi Ini: Hakikat Kurban dari Sisi Pencarian Ilmu
Berita Terkait






