IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Sumbang Makan di Minangkabau: Etika Memenuhi Perut dengan Adab

Foto Nadila Putri Ramadani
Ilustrasi Sumbang Makan di Minangkabau: Etika Memenuhi Perut dengan Adab
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

1. Makan dengan suara sangat keras, seperti mengunyah berisik, menarik napas kuat, atau mengigit dengan suara yang mengganggu.

2. Makan dengan cara rakus, misalnya mengambil makanan terlalu banyak, menyerbu makanan di awal acara, atau mengambil bagian favorit saja tanpa peduli tamu lain.

3. Makan secara tidak rapi, seperti mengunyah dengan mulut terbuka, makan terlalu cepat, atau meninggalkan makanan berantakan di piring.

4. Makan sambil berdiriberjalan atau tidak fokus, sehingga terlihat kurang tenang dan tidak terhormat di hadapan orang tua.

5. Makan sambil bercanda terlalu keras, mengolokolok cara makan orang lain, atau bersikap tidak menghormati aturan urutan makan yang diatur orang tua.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Perilakuperilaku ini meski terlihat sepele dapat menimbulkan penilaian negatif bahwa seseorang belum terdidik dengan baik, kurang menghargai orang lain, atau kurang terjaga kehormatannya.

Sumbang Makan dalam Acara Adat dan Keluarga

Dalam ruang adat Minangkabau seperti kenduri pernikahan, acara keluarga besar, atau acara resmi adat lainnya, etika makan sangat diperhatikan. Tamu biasanya duduk rapi makan dari piring yang disusun teratur, dan diatur oleh orang tua atau pengurus adat. Di tengah suasana yang penuh penghormatan, sumbang makan dihindari sekuat tenaga, karena makan di hadapan ninik mamak, orang tua, dan tamu penting dipandang sebagai bentuk menjaga adat dan akhlak. Orang tua sering mengingatkan anakanak untuk Makan dengan tenang, tidak terlalu laju, Mengunyah dengan mulut tertutup, tidak berisik, Tidak menarik makanan secara mendadak atau menyerobot piring yang disusun, Menghormati urutan, orang tua dan tamu didahulukan baru yang mudamuda. Anak muda yang mampu menjaga adab makan di tengah acara adat akan dipandang sebagai orang yang berpendidikan adat, sopan, dan layak dihormati.

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH