Sesuai dengan tingkatan guru silek yang ada, latihan silek di Pauh juga memiliki tingkatannya tersendiri. Tingkatan yang pertama disebut dengan sasaran. Sasaran merupakan tempat latihan silek yang dipimpin oleh guru tuo dan guru gadang. Biasanya sasaran ini bentuknya tidak terlalu besar dan sebagian muridnya masih anak-anak dan belum menikah. Sasaran juga dijadikan sebagai tempat latihan awal bagi pesilat-pesilat Pauh untuk mempelajari ilmu-ilmu dasar dalam bersilat.
Tingkatan yang kedua adalah tapian. Tapian merupakan tempat latihan silat yang dipimpin oleh kako pandeka. Biasanya tapian ini digunakan untuk latihan bukan oleh anak-anak, tetapi oleh guru tuo dan guru gadang. Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya jika guru silek di Pauh memiliki tingkatan, yang pada tingkatan lebih rendah merupakan murid dari guru yang tingkatannya lebih tinggi. Jadi meskipun telah dikukuhkan sebagai guru silek, mereka tetaplah murid dari guru yang tingkatannya di atas mereka. Biasanya tapian ini jumlahnya tidak sebanyak sasaran.







