Urak Balabek merupakan sebuah tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat Pauh, Kota Padang. Tradisi ini lahir akibat peristiwa besar yang menimpa Kota Padang zaman dahulu. Pada zaman penjajahan Portugis di Nusantara terkhususnya di Kota Padang, muncul berbagai permasalahan yang menimpa masyarakat. Pada waktu itu, masyarakat Kota Padang tidak memiliki kesempatan dan haknya dalam berdagang, karena pada waktu itu perekonomian dirajai oleh bangsa Portugis.
Terlebih lagi saat bangsa Belanda datang, mereka semakin memonopoli perdagangan dan menguasai pelabuhan yang ada di Kota Padang. Hal ini memunculkan pertengkaran antara kaum pribumi dengan kaum penjajah. Dikarenakan keterbatasan senjata dan alat tempur, kaum pribumi harus menerima kekalahan dan di pukul mundur oleh penjajah. Masa itu, kaum pribumi sudah tidak sanggup membentuk serangan dari penjajah, hingga akhirnya mereka meminta bantuan kepada sanak saudara yang berada di kawasan Solok, Sulayo.
Peperangan kembali pecah, tapi kali ini kaum pribumi berhasil memenangkan peperangan dan memukul mundur penjajah hingga ke luar kawasan Batang Aia Kuranji. Setelah perang usai, diturunkan dua Penghulu dari Pauh limo ke Gunuang Sarik dan Kalumbuk. Keduanya sepakat untuk menetapkan adat atau aturan dalam nagari dengan Ninik Mamak. Dimana dalam kawasan Kota Padang diberi batasan tempat yang bisa ditinggali oleh kaum pribumi atau masyarakat asli Kota Padang dengan kaum pendatang dari luar.
Sebelum dimulainya acara, terdapat sebuah proses sakral yang harus dilakukan. proses ini dinamai maasokan padang dan mandarahi sasaran. Biasanya prosesi ini akan dilakukan sehari sebelum diadakannya acara Urak Balabek. Saat mulai, acara akan dibuka oleh pejabat nagari. Masa itu pejabat nagari yang hadir akan memberi kata sambutan dan membuka acara secara formal. Selain secara formal, pada tahapan ini galanggang akan dibuka oleh si pangka atau Tuan Rumah. Dimana si pangka akan menampilkan silek Pauh sebagai simbolis bahwa acara telah dimulai.
Selanjutnya yaitu prosesi pengangkatan guru silek. Prosesi ini biasanya dinamakan mangilekan padang, yaitu calon guru yang akan dikukuhkan akan dikilekan padangnya oleh guru sileknya masing-masing Sebagai calon guru yang akan dikilekan padangnya dalam Urak Balabek, ada beberapa aturan harus dipenuhi. Yaitu membawa silamak lengkap dengan dulang serta uang tunai sebagai pengisi adat. Sebelum di kilekan padangnya oleh sang guru, biasanya sesama calon guru yang akan dilantik akan dipasangkan untuk memainkan mancak padang.







