IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Liga Korupsi di Indonesia, Antara Kebencian dan Kenyataan

Foto Giofani Putri Syafii
Ilustrasi Liga Korupsi di Indonesia, Antara Kebencian dan Kenyataan
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Masalah-masalah ketatanegaraan berangsur-angsur bisa di selesaikan. Hukum para koruptor setimpal dengan perbuatannya, jangan sampai negara dan rakyat dirugikan dua kali dengan hukum yang tumpul ke atas bagi para koruptor kelas kakap.

Hukuman untuk koruptor terkesan ringan, dimana fasilitas di penjara nyaman, dan peluang bebas bersyarat terbuka lebar. Belum lagi ketika koruptor bisa dengan leluasa dan miidahnya untuk maju lagi sebagai calon pemimpin daerah, bahkan setelah divonis bersalah.

Hal ini menunjukkan bahwa akar persoalannya bukan hanya pada individu yang serakah, tetapi pada sistem yang longgar dan masyarakat yang belum sepenuhnya tegas. Pendidikan antikorupsi juga masih sangat lemah. Generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang terbiasa melihat suap, dan kolusi sebagai "cara main yang biasa" atau hal yang lumrah untuk terjadi. Jika tidak ada perubahan radikal dalam sistem pendidikan, penegakan hukum, dan mentalitas kolektif, korupsi hanya akan terus beranak-pinak.

Singkatnya, budaya korupsi di Indonesia adalah cermin dari kegagalan kolektif negara yang lemah menegakkan hukum, elit yang munafik, dan masyarakat yang terbiasa kompromi dengan kebusukan. Membasmi korupsi bukan hanya soal menangkap pelaku, tetapi juga soal mengubah cara kita melihat kekuasaan, tanggung jawab, dan integritas.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Korupsi juga berdampak pada banyak aspek seperti hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan dan negara, banyak orang-orang kehilangan hak nya, serta menurunnya pendapatan negara sehingga hutang negara menjadi meningkat dua kali lipat. Tingkat korupsi yang tinggi di suatu negara bisa menyebabkan negara tersebut tidak sejahtera atau berkembang, dengan layanan publik yang memprihatinkan, bisa jadi inilah salah satu sebab negara kita Indonesia bukan negara maju.

Dengan demikian, korupsi bukanlah sebuah budaya, melainkan bisa jadi “BERPOTENSI” untuk menjadi budaya seperti yang kita lihat dengan kondisi negara saat ini mungkin Indonesia sudah sampai pada kata “BERPOTENSI “ itu. Ada baiknya kita sebagai warga Indonesia bersatu dalam melawan korupsi dan mencegahnya agar tidak menjadi kebiasaan yang diterima di negeri kita tercinta ini demi mewujudkan negara yang aman, sejahtera, dan makmur untuk generasi mendatang. (***)

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH