IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Liga Korupsi di Indonesia, Antara Kebencian dan Kenyataan

Foto Giofani Putri Syafii
Ilustrasi Liga Korupsi di Indonesia, Antara Kebencian dan Kenyataan
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

HARI hari kita disuguhi dengan berita liga. Bukan liga bola, liga basket, atau liga voli, tetapi liga yang hanya ada di indonesia, tak lain tak bukan liga korupsi Indonesia. Seperti yang diketahui korupsi adalah tindakan yang secara sadar dilakukan oleh seseorang atau organisasi yang menggunakan wewenang untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan melanggar aturan dan kepercayaan yang telah diberikan.

Belakangan ini media dipenuhi dengan berita terbongkarnya kasus-kasus korupsi, yang mana ter anyar korupsi emas antam yang menggeser pemuncak klasemen PT Pertamina dengan kerugian negara mencapai 5,9 Kuadriliun. Bukan angka yg sedikit, jika di anggarkan bisa membayar setengah hutang negeri indonesia tercinta ini, tapi apa boleh buat inilah adanya, seolah korupsi bukan lagi kebencian atau kenyataaann melainkan “BUDAYA TURUN TEMURUN”.

Korupsi di negeri ini seperti tradisi yang terus diwariskan, selalu ada nama-nama baru yang mucul menggantikan pemain lama. Dengan menempatkan nama keluarga atau kerabat maupun rekanan di lingkup kekuasaan, mereka masih dapat memegang kendali pada perputaran pundi-pundi dalam jual-beli konsesi sekaligus terhindar dari deteksi.

Kasus-kasus yang muncul adalah bukti nyata bahwa korupsi bukan hanya kejahatan finansial, tetapi juga penghancuran sistem pemerintahan dan ekonomi. Mulai dari sektor energi, pertambangan, perbankan, hingga administrasi publik, semuanya telah dijadikan ladang empuk oleh para koruptor. Sementara rakyat kesulitan mendapatkan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, segelintir orang justru hidup nyaman dari uang hasil kejahatan mereka.

Ini sungguh ironis karena Indonesia dijajah oleh penduduknya sendiri, disaat negara lain bersaing dengan bangsa lain dan terus berkembang, justru bangsa ini digerogoti oleh para tikus berdasi. Rakyat akan selalu menjadi penonton yang tidak bisa berbuat banyak.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Liga ini tidak membutuhkan suporter, karena mereka yang paling dirugikan tetap tidak punya kuasa untuk menghentikannya. Sampai sistem benar-benar dirombak dari akarnya, korupsi di Indonesia bukan pertanyaan tentang apakah akan terjadi lagi, tetapi seberapa besar skandal berikutnya akan mencoreng wajah bangsa ini.

Apakah Liga Korupsi Indonesia akan terus berlangsung? Jawabannya sudah jelas. Musim depan akan tetap berjalan, mungkin dengan angka yang lebih besar, dengan pemain baru yang lebih berani. Mungkin suatu hari nanti akan melihat pejabat yang berjanji memberantas korupsi, hanya untuk kemudian tertangkap melakukan hal yang sama.

Konon korupsi sudah ada sejak zaman sebelum negara ini merdeka, tapi tidak ada yang tau dari kapan korupsi dipraktekan di Indonesia sampai membudaya seperti yang kita lihat sekarang. Korupsi bukan tanpa dampak, mungkin inflasi yang terjadi di Indonesia dari tahun ke tahun juga merupakan salah satu dampak dari korupsi, dimana uang yang sepatutnya digunakan untuk kepentingan negara malah digunakan oleh segelintir pemegang kekuasaan yang hanya memikirkan kepuasan diri sendiri.

Dari akhir 2024 smpai awal 2025 ini kita sudah banyak mendengar para koruptor yang sudah di tangkap oleh pihak berwajib, bahkan yg lebih mencengangkan korupsi dilakukan oleh mereka yg dipercaya bisa menyelesaikan masalah korupsi itu sendiri, apa boleh buat, inilah adanya negeri kita saat ini, Indonesia gelap bergumam dimana-mana. Apakaah ini awal kebangkitan atau malah langkah awal dari kehancuran. Meskipun hukuman untuk para koruptor sudah jelas beratnya tapi masih ada segelintir org yg tidak takut akan hukum yg akan menjeratnya seolah mereka bebas beraksi hingga merugikan negara bertriliun-triliun rupiah.

Pemerintah juga tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengejar koruptor-koruptor lain yang masih bersembunyi di balik kekuasaannya, kita harapkan pemerintah beserta jajarannya yang berwenang atas para koruptor bisa membasmi para tikus sampai ke akar-akarnya, jangan sampai mati satu tumbuh seribu, sebisa mungkin rantai korupsi di Indonesia bisa terputus setidaknya berkurang agar Indonesia segera pulih dan membaik.

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH