Terakhir, Riza mengatakan bahasa itu menunjukkan isi hati. Bahasa menunjukkan budi sekaligus budaya. Kata-kata ini kita pegang selama ini di ranah minang. Kalaulah demikian halnya tentu kita mengucapkan sesuatu dengan cara-cara yg berbudaya.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Pada akhirnya kita menyadari juga semua bahwa kita semua punya kekurangan, namun dengan prinsip perbaikan terus menerus insya Allah kita akan bisa membangun kota yg kita cintai ini. Membangun jelas sangat tidak mudah tapi menghancurkannya bisa sekejap, termasuk image kota yang sudah baik. Untuk itu mari kita pelihara semua hasil yang telah kita bangun agar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk rakyat. Kalau ada yang salah mari kita perbaiki bersama-sama, harapan kita semoga Payakumbuh semakin tacelak," tuturnya. (Med)
Editor : Berita Minang







