
Harimau sumatera remaja masuk perangkap di Kabupaten Solok, Juni 2020. (foto: Adi Prima)
Sejak pertengahan Mei 2020, perangkat nagari yang dimpin Wali Nagari, pawang harimau, niniak mamak dan pemuda, di Nagari Gantuang Ciri, Kabupaten Solok, mulai rutin melakukan ronda di kawasan kebun karet, tempat pertama kali tiga ekor harimau sumatera menampakan diri.
Hari Minggu (28/06), perangkat nagari melaporkan ada harimau sumatera masuk ke dalam perangkap kepada pihak terkait.
Sauredi Simamora, dokter hewan yang juga Manajer Operasional Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dharmasraya (PR-HSD), setiba di lokasi, menyiapkan peralatan bius guna evakuasi harimau.
"Terlalu lama di dalam perangkap, harimau remaja ini bisa trauma," sebutnya.
Puta Singgulung sepertinya belum terlatih berburu, kambing umpan yang ada dalam perangkap masih utuh tidak ada bekas luka sama sekali.
Putra Singgulung harimau ke dua yang masuk perangkap di Nagari Gantuang Ciri. Beberapa minggu sebelumnya di lokasi yang sama, harimau betina, saudari Putra Singgulung terlebih dulu masuk perangkap.
Evakuasi harimau bukannya tanpa risiko, apalagi yang dievakuasi anak harimau, induk harimau pasti tidak senang jika anaknya dibawa.
Editor : Marjeni Rokcalva






