Fadly menjawab, pemerintah punya berbagai keterbatasan, sementara sektor swasta memiliki teknologi dan resource keuangan yang lebih memungkinkan. Tentu saja keikutsertaan swasta bisa diakomodir dalam pembangunan, asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Jawaban itu diamini Wong Hui Yi, Senior Manager, Engineering Programme Office, Public Service Division, (Singapore), yang juga ikut dalam sesi itu. Baca juga: Sinergi Lintas Instansi, Rutan Padang Panjang Gelar Latihan Menembak Bersama Brimob dan Pemko
Diskusi ditutup dengan kesimpulan, bahwa teknologi seharusnya ditempatkan pada tempatnya, yakni sebagai tools atau alat bantu untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan. Dengan teknologi segalanya dapat dimungkinkan, namun teknologi bukanlah segalanya, karena kesejahteraan dan kebahagiaan dapat diusahakan dan diraih dengan berbagai upaya.
(@R) Editor : Berita Minang






