Padang Panjang, Beritaminang.com – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang melalui program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Kelurahan Tanah Pak Lambik. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Juni 2026, tersebut melibatkan pegawai dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.
Program bedah rumah ini merupakan bagian dari Program Desa Binaan Pemasyarakatan yang bertujuan memperkuat kepedulian sosial sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Selain membantu warga yang membutuhkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi warga binaan agar memiliki rasa tanggung jawab, empati, dan jiwa pengabdian kepada sesama.
Rumah yang menjadi sasaran renovasi adalah milik Syafrizal atau yang akrab disapa Pak Oyong, seorang lansia berusia 60 tahun yang lumpuh dan hidup seorang diri. Sebelumnya, ia menempati rumah sederhana berukuran 2 x 2,5 meter yang kondisinya sangat memprihatinkan. Melalui program ini, rumah tersebut direnovasi dan diperluas menjadi 4 x 3 meter. Selain itu, instalasi listrik rumah juga diperbaiki agar lebih aman dan layak huni.
Pemandangan yang mengharukan terlihat selama proses renovasi berlangsung. Para warga binaan bekerja bahu-membahu bersama petugas, mengangkat material bangunan, memperbaiki bagian rumah yang rusak, hingga menyelesaikan berbagai pekerjaan renovasi dengan penuh semangat. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan yang baik mampu menumbuhkan kepedulian sosial dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Turut meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut Kepala Rutan Padang Panjang, Novri Abbas, bersama Lurah Kelurahan Tanah Pak Lambik, Romi Saputra, ketua RT setempat, serta petugas dan warga binaan Rutan Padang Panjang.
Sementara itu, Lurah Tanah Pak Lambik, Romi Saputra, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan Rutan Padang Panjang. Menurutnya, bantuan renovasi tersebut sangat berarti bagi warganya yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Romi menyebutkan berbagai bantuan telah diberikan untuk menunjang kebutuhan hidup Pak Oyong, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan lansia, Kartu Indonesia Sehat (KIS), bantuan Atensi, serta bantuan lainnya.
"Jika ada program bantuan pemerintah, Pak Oyong menjadi salah satu prioritas kami. Terkait kondisi rumahnya yang sangat tidak layak, kami tidak bisa membantu melalui program bedah rumah karena tanah yang ditempatinya merupakan lahan sewaan milik PT KAI," ujar Romi.
Melalui program ini, Rutan Kelas IIB Padang Panjang membuktikan bahwa semangat "Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat" bukan sekadar slogan. Kehadiran petugas dan warga binaan di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam rutan, tetapi juga mampu menghadirkan harapan, kepedulian, dan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Editor : Armed






