PADANG - Ketua komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM RI) Anis Hidayah, SH, MH meminta aparat berwenang mengusut tuntas kasus insiden peluru nyasar yang terjadi di kampus UNP, Selasa sore kemaren.
Tanggapn ini disampaikan Ketua Komnas HAM usai memberikan Kuliah Umum Sekaligus jadi pembekalan KKN bagi ribuan mahasiswa UNP, Rabu (3/06/2026) di Auditorium kampus UNP Air Tawar Padang.
"Kita serahkan kasus ini kepada aparat yang berwenang mengusutnya dengan tuntas," tegasya.
Ke depan, katanya, perlu dikoordinasikan agar kasus-kasus serupa tidak terjadi kembali, apalagi ini sudah kasus yang keempat kalinya terjadi di UNP.
"Karena khawatirnya ini bisa menimbulkan efek ketakukan. Peluru nyasar ini bisa menimbulkan ketakutan bagi mahasiswa beraktifitas ke kampus. Dan hal-hal seperti itu, perlu diantisipasi," pungkasnya.
Akibat peristiwa kecelakaan ini menyebabkan dua korban terkena peluru tersebut yakni Nova Wirantika (25 Tahun) mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP dan Guruh Guino (bukan mahasiswa UNP) yang merupakan teman dari salah seorang mahasiswa UNP. Kedua korban dalam posisi duduk bersama dengan teman-temannya di alun-alun depan Rektorat UNP.
Korban Guruh Guino telah ditangani oleh tim medis di RS Hermina dan dipindahkan untuk proses pemulihan di RS Tentara (RST) Reksodiwiryo Ganting Padang. Sedangkan korban mahasiswa UNP Nova Wirantika harus menjalani operasi malam ini, karena selongsong peluru masih bersarang di paha kirinya, sampai berita ini diturunkan selongsong peluru yang bersarang pada paha korban telah berhasil dikeluarkan, dan pihak pimpinan UNP dan Pangdam beserta jajarannya masih berada di RST.
Pihak TNI melalui juru bicaranya Brigjen TNI Heri Prakosa akan melakukan investigasi terhadap kasus ini dan akan mencarikan solusi agar peristiwa ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Karena tidak akan lagi latihan menembak lagi di sekitar kampus UNP Air Tawar dan pihak TNI juga menyatakan akan menanggung semua pembiayaan atau perawatan sampai korban sembuh. (MR)
Editor : Marjeni Rokcalva






