IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Ini Cerita Ketua MUI Sijunjung, Tentang Ia dan Keluarga Sembuh Covid-19

Ketua Majelis Ulama Indonesia Sijunjung, Sumatera Barat, H. Hidayatullah, Lc. MA. Foto: jurnalsumbar.com
Ketua Majelis Ulama Indonesia Sijunjung, Sumatera Barat, H. Hidayatullah, Lc. MA. Foto: jurnalsumbar.com
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

SIJUNJUNG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sijunjung, Sumatera Barat, H. Hidayatullah,LcMA, salah satu warga yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Berkat upaya penanganan medis dan isolasi diri dan mengikuti prosedur protokol kesehatan ia bersama keluarganya pun sembuh. Berikut simak curhatan hatinya yang viral di media sosial. Berikut, Ini Kisahnya;

"Alhamdulillah, Saya Sembuh dari Covid-19".

"Kami tinggal serumah enam orang dan tiga orang dinyatakan positif Corona dan tiga negatif. Interaksi intens semua. Swab berulang-ulang untuk memastikan. hasilnya tetap begitu," katanya mengawali ceritanya.

Bahkan anak bungsu yang tidur bersama kami tetap negatif walau kami ayah ibunya positif, Kami bertiga yang positif. Satu hanya demam, badan sakit tanpa batuk, indera bau dan rasa normal. Satu lagi, ada batuk, demam, flu, hilang penciuman dan rasa, batuk tidak lama. Yang ketiga; batuk, demam, hilang penciuman dan rasa, batuk cukup lama.

Sembuhnya juga begitu, ada yang seminggu sembuh, dua minggu sembuh, dan ada yang udah tiga minggu masih belum sembuh". (saat saya menulis status ini,.saya dinyatakan sudah sembuh). Kesimpulan saya soal covid, sebagai keluarga Doker dan pasien.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Virus itu ada, bukan hoaks, dengan beberapa catatan:

Pertama: mudahnya menular dan susah menduga dan menebak kapan dan dari siapa. Siapa yang terpapar atau tidak. Karena kami sekeluarga sudah cukup disiplin mematuhi protokol covid selama ini, jika dibanding dengan kebanyakan masyarakat. Cuma memang faktor resiko sangat dekat dengan keluarga kami. Peluang sangat besar.

Salah satunya, tempat tinggal kami di komplek puskesmas. Sebagai seorang dokter, istri berinteraksi dengan macam macam pasien, setiap hari setiap saat. Bahkan disaat zona merah. Ia makin intens dengan pasien corona. Walau menjalankan protap, tentu resiko tinggi.

Peluang lain. Interaksi dengan yang tidak melaksakan protap kesehatan. Faktanya memang banyak masyarakat yang tidak patuh pakai masker. Kita tidak pungkiri berinteraksi cukup banyak dengan yang seperti itu.

"Kadang kitanya juga lalai dan lupa dengan protap kesehatan. Masker dibuka-buka atau jarang cuci tangan".

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH