PADANG - Sivitas Akademika Universitas Negeri Padang adalah masyarakat yang beragam dari berbagai latar belakang pendidikan dan berbagai latar belakang daerah sehingga menunjukkan kampus yang universal dan kampus terbuka.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata, Ph.D. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (17/4) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Sebagai kampus yang terbuka dan kampus universal mari kita rajut persatuan dan kesatuan untuk memajukan Universitas Negeri Padang," jelas Rektor Krismadinata, Ph.D.
Pada kesempatan itu, Rektor Krismadinata, Ph.D. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Rido Putra, M.Ag. yang merupakan dosen IAI Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi pada Jumat pagi ini.
Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Ustaz Rido Putra, M.Ag. melalui ceramahnya bertopik "Merajut Persaudaraan dalam Bingkai Kebhinnekaan" menyampaikan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan tindakan kekerasan di dunia ini dan Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang beragam.
"Untuk itu, kita perlu menjaga persatuan dan kesatuan dalam masyarakat dengan kondisi yang beragam. Jika persatuan dan kesatuan dijaga dalam masyarakat yang beragam tersebut, maka negara ini akan kuat. Jika persatuan dan kesatuan tidak dijaga dengan baik, maka masyarakat yang beragam akan menimbulkan perpecahan," jelas Ustaz Rido Putra, M.Ag.
Pada kesempatan itu, Ustaz Rido Putra, M.Ag. menyampaikan bahwa Allah dalam Surat Alhujrat ayat 13 menegaskan "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti."
"Dalam ayat tersebut, ditegaskan bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda—berbangsa dan bersuku—bukan untuk bermusuhan, melainkan untuksaling mengenal (lita'arafu)dan menghargai. Ayat ini menekankan keragaman sebagai fitrah, di mana kemuliaan manusia hanya ditentukan oleh ketakwaannya, bukan ras atau suku," tukuk Ustaz Rido Putra, M.Ag.
Lebih lanjut Ustaz Rido Putra, M.Ag. menjelaskan bahwa persaudaraan Islam atauUkhuwah Islamiyahadalahikatan persaudaraan yang berdasarkan iman dan kesamaan akidah, melampaui batas darah, suku, atau kebangsaan.
"Islam memandang sesama muslim sebagai satu bangunan yang kokoh, di mana persatuan, solidaritas, dan kasih sayang diutamakan, serta menekankan pentingnya silaturahmi untuk menjaga harmoni," tambah Ustaz Rido Putra, M.Ag. (ET)






