"Karena proses pembuatan tergantung pada jumlah pesanan dari toko atau konsumen, jika tidak ada pesanan praktis roda produksi pun terhenti, " Ungkapnya.
Lebih tragisnya lagi, saat beberapa pemesan yang telah memesan hijab terpaksa harus membatalkan pesanannya karena kondisi pasar yang sepi pembeli. Padahal pesanan sudah selesai dibuat. Sarah pun harus menerima kondisi tersebut dengan lapang dada meski terbayang modalnya bakal "tabanam" akibat pesanan yang batal tersebut.
Sarah hanya berharap, saat ini, ada bantuan permodalan membeli bahan. Sarah mengaku sudah kehabisan dana memenuhi kebutuhan hidupnya selama pandemi. "Kami berharap bisa mendapatkan bantuan modal kembali agar bisa menstok bahan," katanya.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dan jika ada program pelatihan atau pembinaan dari OPD terkait, dirinya berminat untuk bisa diikutsertakan. (RelKom/Lex)
Editor : Berita Minang







