PADANG - Hal ibadah haji dan ibadah kurban juga berkaitan dengan dunia akademik yakni mengurbankan ego kita dan juga mengurbankan waktu dan tenaga untuk memberikan pelayanan terbaik untuk tridarma perguruan tinggi dan pelayanan untuk keberhasilan mahasiswa kita.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata, Ph.D. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (29/5) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Hidup sesungguhnya bukan hanya untuk memiliki segalanya, tetapi hidup sesungguhnya adalah bagaimana menyerahkan yang dimiliki kepada orang-orang yang membutuhkan melalui jalan Allah," jelas Rektor Krismadinata, Ph.D.
Pada kesempatan itu, Rektor Krismadinata, Ph.D. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Dr. Gesit Thabrani, S.E., M.T. sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada Jumat pagi ini.
Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Ustaz Dr. Gesit Thabrani, S.E., M.T. l melalui ceramahnya bertopik "Ugrade Diri ala Haji dan Kurban: Dari Ritual menuju Transformasi Diri," menyampaikan bahwa ketika pelaksanaan ibadah haji dan kurban kita selalu mengingat Nabi Ibrahim As sebagai suri tuladan bagi umat.
"Dalam surat An-Nisa ayat 125 Allah berfirman yakni Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan (-Nya)," jelas Ustaz Dr. Gesit Thabrani, S.E., M.T.
Pada kesempatan itu, Ustaz Dr. Gesit Thabrani, S.E., M.T. menyampaikan pelajaran haji yakni semakin dekat dengan Allah maka semakin kita menjadi hambanya dan kita harus menjadi ikhsan dan Haji serta Kurban adalah dilaksanakan dengan penuh keikhlasan kepada Allah.
"Untuk menjadi kehidupan yang baik, kita perlu mengikuti dan menjadikan Nabi Ibrahim sebagai suri tuladan dalam kehidupan. Nabi Ibrahim juga perlu dilihat sebagai pencari kebenaran dalam kehidupan," tambah Ustaz Dr. Gesit Thabrani, S.E., M.T.
Lebih lanjut Ustaz Dr. Gesit Thabrani, S.E., M.T. menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim dengan penuh keikhlasan untuk mengurbankan anaknya Ismail sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah. "Mari kita menjadikan ibadah haji dan kurban sebagai momentum untuk peningkatan kualitas diri dalam beribadah. (ET)






