"Alhamdulillah keuntungan jauh lebih dari cukup. Bisa buat tambah modal dan bisa untuk mendukung kebutuhan ekonomi keluarga." Ungkap dia, tanpa menyebut nilai keuntungan yang diperoleh.
Hal senada disampaikan Arman, petani berusia 63 tahun ini juga menekuni tanaman buah naga luas 2 hektar di Tangah Padang. Menurut dia, jumlah warga Kacang yang membudidayakan buah naga saat ini lebih 150 petani. Rata-rata mereka sudah menikmati hasil panen, bahkan terus memperluas lahan untuk ditanami buah naga.
Namun, Alfian dan Arman, pemerintah kurang peduli terhadap potensi yang dikembangkan para petani tersebut. Padahal tanaman buah ini dapat mengantikan nama besar Nagari Kacang dari limau manih menjadi salahsatu produsen buah naga terbesar di Sumbar.
Harga per kilonya buah naga beli di tempat berkisar Rp 16-17 ribu, sementara dipasar global harganya mencapai Rp 30-45 ribu. Selain buah naga, Nagari Kacang juga kaya dengan hasil bumi rempah cengkeh, dan tanaman keras lainnya. (iyos)
Editor : Berita Minang






