Padang Aro - Menghadapi akan dimulainya kegiatan PBM untuk tahun pembelajaran 2020/2021, para orang tua murid kelas X SMA Negeri 5 Solsel melakukan rapat bersama pihak sekolah dibawah koordinator Komite Sekolah, di pentas seni sekolah, Kamis (13/8/2020)
Terlibat hadir saat rapat tersebut, Kepala SMA Negeri 5 Solsel, Zulieni, S. Pd, seluruh Wakil Kepala Sekolah, Wakil Ketua Komite, Alpajoni, dan Ketua Bidang Pendidikan SDM, Yursarianto
Kepala SMA N 5 Solsel, Zulieni dikesempatan itu menyampaikan beberapa ketentuan atau aturan sekolah yang mesti menjadi perhatian pihak orang tua. Ketentuan tersebut antara lain, adanya identitas sekolah atau seragam sekolah yang menjadi ciri khas SMA. Negeri 5 Solsel, diantaranya seragam baju batik sekolah.
Selain itu ada juga kebutuhan sekolah yang juga sangat perlu dukungan para orang tua, sehingga tujuan untuk mewujudkan kualitas anak didik dapat tercapai sebagaimana semestinya," tambah Zulieni.
" Ada aturan sekolah yang menjadi sebuah kewajiban untuk dilaksanakan oleh orang tua , dalam rangka mewujudkan kualitas anak didik kita, " ungkapnya.
Maka pihak SMA Negeri 5 akan melakukan sosialisasi dan evaluasi mulai dari 13 sampai 15 Agustus, diantaranya hari ini (Kamis-red) melakukan musyawarah dengan orang tua murid. Hasil evaluasi ini akan disampaikan pada pimpinan, dan baru bisa dilakukan langkah berikutnya, terkait PBM tatap muka, " kata Zulieni.
Sementara itu, Komite SMA N 5 Solsel sebagaimana dikatakan Yursarianto mengajak seluruh orang tua untuk menyatukan pendapat dalam mendukung kegiatam PBM tatap muka yang akan dilakukan. Dukungan orang tua tersebut selain kesepakatan untuk mengizinkan anak kesekolah, juga diharapkan turut memantau aktivitas belajar anak dirumah, karena memakan HP.
" Keterlibatan orang tua sangat penting disaat musim pendemi ini, karena anak-anak lebih dominan belajar dengan perangkat hp, " tambah Yursarianto.
Dikesempatan itu, para orang tua juga menyampaikan beberapa harapan terkait kegiatan PBM, baik yang melalui Daring maupun PBM Tatap Muka nanti pada pihak guru/sekolah. Pasalnya anak sangat kewalahan saat melaksanakan tugas, karena tugasnya sangat banyak.
Editor :






