"Banyak lembaga-lembaga yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Limapuluh Kota, tapi sampai saat ini belum bisa mengentaskan segala persoalan. Mudah-mudahan dengan berdirinya bank infaq dapat memberikan solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," harapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra dalam sambutannya mengatakan, menutut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Limapuluh Kota Tahun 2018 mencatat, hampir 27 ribu jiwa penduduk dalam kategori miskin.
"Ada 26.470 jiwa penduduk Kabupaten Limapuluh Kota kategori miskin ditahun 2018. Berdasarkan persentasi, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Limapuluh Kota berada di angka 6,99 persen. Masyarakat kategori miskin tersebut, merupakan orang yang memiliki pendapatan dibawah Rp390 ribu setiap bulannya. " ujar Deni Asra
Namun demikian, pimpinan DPRD Kabupaten Limapuluh Kota itu sangat menyambut baik pendirian Bank Infaq dan mendorong untuk segera terbentuk di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Nagari, agar mata rantai kekurangan modal dapat diputus, sehingga dapat menggerakan roda perekonomian masyarakat.
Selain itu dia juga berharap kehadiran Bank infaq menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini terjebak utang berbiaya tinggi, dengan kehadiran Bank Infaq banyak masyarakat ataupun usaha usaha yang akan terbantukan khususnya dalam permodalan, sehingga usaha sektor pertanian tanaman pangan, peternakan, perikanan, perkebunan, usaha mikro dan industri kreatif rumah tangga serta pariwisata bisa menggeliat ditengah-tengah masyarakat.
"Lebih dari setengah penduduk Limapuluh Kota tidak memiliki akses kepada lembaga keuangan formal, hal ini tentu mengkhawatirkan apalagi jika kita betul-betul menggalakan sektor UMKM, dimana 97 persen lapangan kerja disumbang dari sektor tersebut," ucap Deni Asra dihadapan ratusan para peserta sosialisasi Bank Infaq itu.
"Kelebihan dari Bank Infaq ini berupa pinjaman tanpa bunga sebagai upaya menghindari praktik ribawi. Kemudian pengembalian pinjaman dengan cicilan, proses peminjaman yang mudah dan sesuai ketentuan syariat, dapat menjadi investasi akhirat bagi anggotanya," Ujar Muhammad Rahmad.
Kemudian, Muhammad Rahmad berharap, pendirain Bank Infaq di nagari ini dapat membantu dan menjadi solusi bagi para petani, pedagang, maupun pemilik usaha, karena gagasan Bank Infaq ini muncul karena rendahnya inklusi keuangan di Indonesia, yakni baru sekitar 22 persen, artinya 78 persen masyarakat Indonesia belum terlayani oleh lembaga keuangan.
"Mudah mudahan ini akan dapat berjalan dengan baik, kita harapkan setelah sosialisasi ini nagari-nagari dapat segera mengisi formulir pendirian bank infaq, nanti kita akan kumpulkan pada tanggal 12 Oktober dan akan di proses di jakarta. Pada bulan november, kita akan adakan sosialisasi pelatihan untuk para pengelola bank infaq tersebut, kemudian jika ini berjalan dengan baik, di bulan Desember kita sudah bisa meresmikan pendirian bank infak di nagari-nagari se Kabupaten Limapuluh Kota", pungkas ketua umum Mappindo itu.
Editor : Berita Minang






