PADANG - MahasiswaUniversitas lslam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) kembali melakukan aksi unjuk rasa di kampus mereka Lubuk Lintah jalan M Yunus Kota Padang.
Aksi unjuk rasa ini sebagai lanjutan dari aksi unjuk rasa yang mereka lakukan pada Selasa (10/09/2019).
Jika unjuk rasa Selasa kemaren mahasiswa menuntut transparansi keuangan dan melengkapi sarana dan prasarana kampus, hari ini mereka menuntut Rektor bersama Wakil Rektor UIN IB Padang turun dari jabatannya.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Rektorat ini diwarnai dengan aksi bakar bakaran dan saling dorong.
Aksi saling dorong terjadi antara mahasiswa dengan petugas, karena mahasiswa berencana masuk ke dalam rektorat. Mahasiswa tidak bisa menembus blokade aparat keamanan yang sudah melakukan pagas betis, sehingga terjadi aksi saling dorong.
Namun aksi unjuk rasa tersebut tidak menemui titik temu, sehingga mereka lanjutkan hari ini. Mahasiswa mengancam akan melanjutkan aksi unjuk rasa hingga Rektor mereka turun dari jabatannya.
"Kita akan tetap melanjutkan aksi unjuk rasa sampai tuntutan kita diterima," sebut Ahmad Syafrizal.
Rektor UIN IB Padang Putra Eka Wirman saat menemui mahasiswa menjelaskan, tuntutan mahasiswa agar rektor dan wakil rektor turun dari jabatannya, harus melalui mekanisme yang diatur. Prosedurnya harus melalui Kementerian Agama dengan surat resmi kepada Menteri Agama.
Dalam kesempatan itu Rektor mengajak mahasiswa untuk beraudiensi mencari solusi terbaik, namun mahasiswa menolak dan tidak bersedia untuk beraudiensi.
Editor :






