IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Suko Koto Nagari Bukit Surungan Padang Panjang Angkat Pangulu Baru

Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bukit Surungan melakukan prosesi pengangkatan pangulu kepala adat/pemimpin suku Koto.
Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bukit Surungan melakukan prosesi pengangkatan pangulu kepala adat/pemimpin suku Koto.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG PANJANG - Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman suku dan budayanya, salah satu budaya tersebut adalah upacara adat Batagak Pangulu di Sumatera barat, batagak Pangulu merupakan upacara adat Minangkabau untuk mengangkat pangulu (kepala adat /pemimpin suku) yang baru.

Menurut adat Minangkabau, peresmian atau pengangkatan seorang pangulu tidak dapat dilakukan oleh keluarga yang diakui saja, upacara tersebut harus melibatkan KAN (Kerapatan Adat Nagari).

Hari ini, Sabtu (28/03), Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bukit Surungan melakukan prosesi pengangkatan pangulu kepala adat/pemimpin suku Koto yang baru melalui sumpah pangulu yang bertempat di Balairung KAN Bukit Surungan, Pasar Usang, Padang Panjang, Sumbar.

Ketua KAN Bukit Surungan, Datuak Bagindo Marajo menjelaskan prosesi ini adalah pengangkatan/penggantiaan pangulu patah tumbuah hilang baganti ditanah nan tasirah, karena telah dahulu sebelum ini meninggal Alm. Syahrial Datuak Tumangguang Nan Basikek pangulu dari kaum suku Koto.

"Di Kenagarian Bukit Surungan pangulu yang telah meninggal harus cepat dicarikan ganti, karena kalau tidak ada pangulu. Kaum siapa yang akan memimpin, "jelasnya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Pengangkatan pangulu tersebut setelah disetujui oleh anak kemenakan harus disetujui oleh Nagari, untuk diterima oleh nagari maka diadakan acara pengangkatan/sumpah pangulu.

"Sumpah seorang datuak di Ranah Minang sangat berat, hal itu merupakan wujud tanggung jawab yang dibebankan ke pundak datuak sebagai pangulu, baik kepada kemenakan maupun kepada kampung halaman,"ujarnya.

Sumpah seorang datuak dalam satu kaum atau suku berlandaskan kepada Al Quran 30 Juz atau yang dalam bahasa adatnya dinamakan dengan Patiang Balau, bila melanggar sumpahnya maka akan dikutuk Al Quran. "Ka ateh indak ba pucuak, ka bawah indak baurek, ditangah-tangah digiriak kumbang."ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua KAN Bukit Surungan Datuak Bagindo Marajo menyampaikan ucapan selamat kepada Mulza Antoni yang telah dilewakan menjadi Datuak Tumangguang Nan Basikek suku Koto Kenagarian Bukit Surungan.

"Pengangkatan ini berarti membuatnya sudah, duduak samo randah, tagak samo tinggi sama dengan pangulu-pangulu lainnya yang ada di Kenagarian Bukit Surungan."pungkasnya. (RelKom/Ki)

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777