Namun, peluang tersebut juga menghadirkan tantangan baru, yakni menjaga kontinuitas produksi agar pasokan tetap tersedia.
“Masalahnya bukan kualitas, tetapi konsistensi produksi. Kalau bahan baku habis atau produksi terhenti, produk bisa langsung dikeluarkan dari jaringan pemasaran,” jelasnya.
Tidak hanya menjadi pusat pengembangan ekonomi, Nagari Creative Hub Pangian juga berkembang sebagai ruang aktivitas sosial dan pelestarian budaya masyarakat. Berbagai kegiatan seperti latihan silek tradisi, randai, tari, sanggar senam, hingga pelatihan pemberdayaan masyarakat kini dipusatkan di kawasan NCH. Seluruh program pelatihan yang didanai pemerintah nagari juga diarahkan untuk mendukung pengembangan pusat kreativitas tersebut.
Diketahui, pada tahap awal pengembangan, Pemprov Sumbar mengimplementasikan program Nagari Creative Hub (NCH) melalui pilot project di tiga nagari, yaitu Nagari Sikalang di Kota Sawahlunto, Nagari Toboh Gadang Barat di Kabupaten Padang Pariaman, dan Nagari Pangian di Kabupaten Tanah Datar.(adpsb/bud)
Editor : Marjeni Rokcalva






