IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Mengenal Potensi Panas Bumi di Cubadak Pasaman

Foto Rini Asriani Harahap
Ilustrasi Mengenal Potensi Panas Bumi di Cubadak Pasaman
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Di bawah permukaan bumi tersimpan panas alami yang dapat menjadi salah satu sumber energi. Indonesia sendiri memiliki banyak wilayah dengan potensi panas bumi karena kondisi geologinya mendukung terbentuknya sistem panas bumi. Salah satu wilayah tersebut berada di Sumatera Barat, yaitu Cubadak, Kabupaten Pasaman.

Cubadak bukan sekedar daerah yang memiliki sumber air panas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat wilayah panas bumi Cubadak yang ditawarkan untuk survei pendahuluan dan eksplorasi memiliki luas sekitar 184,5 km². Wilayah tersebut pada tahun 2018 tercatat memiliki potensi sebesar 73 MWe yang dikategorikan sebagai cadangan mungkin.

Salah satu tanda keberadaan panas bumi dapat dilihat dari munculnya manifestasi di permukaan. Di daerah Cubadak ditemukan beberapa kelompok mata air panas, di antaranya Cubadak, Sawahmudik, dan Talu. Data Badan Geologi mencatat temperatur mata air panas tersebut berada pada kisaran 36–80 °C.

Namun, panas yang terlihat di permukaan hanyalah sebagian kecil dari sistem yang berada di bawah tanah. Panas bumi terbentuk melalui hubungan antara sumber panas, batuan, air, dan rekahan di dalam bumi. Air yang masuk ke bawah permukaan dapat dipanaskan, kemudian bergerak melalui celah atau rekahan batuan dan kembali menuju permukaan.

Untuk memahami kondisi yang tidak terlihat tersebut, ilmu geofisika dapat digunakan. Salah satu informasi yang dapat dimanfaatkan adalah gravitasi. Setiap jenis batuan memiliki kerapatan yang berbeda sehingga kondisi bawah permukaan dapat memberikan variasi nilai gravitasi di permukaan bumi.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Perkembangan teknologi juga memungkinkan data gravitasi diperoleh melalui model gravitasi satelit seperti Global Gravity Model plus (GGMPlus). Data ini dapat membantu menggambarkan perubahan gravitasi pada suatu wilayah sehingga pola kondisi bawah permukaan dapat dipelajari tanpa harus mengamati batuan secara langsung.

Struktur geologi juga memiliki peran penting dalam sistem panas bumi. Sesar dan rekahan dapat menjadi jalur bagi air dan fluida panas untuk bergerak di bawah permukaan. Di wilayah Cubadak, pola struktur yang teridentifikasi menunjukkan kecenderungan arah Barat Daya–Timur Laut, yang dapat menjadi salah satu informasi untuk memahami hubungan antara struktur geologi dan sistem panas bumi.

Pemahaman mengenai potensi panas bumi seperti di Cubadak penting untuk mendukung pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan. Data geologi, manifestasi permukaan, dan informasi geofisika dapat saling melengkapi untuk memberikan gambaran mengenai kondisi bawah permukaan. Dengan kajian yang terus dikembangkan, potensi panas bumi di Cubadak dapat dipahami dengan lebih baik sehingga pemanfaatannya dapat dilakukan secara tepat dan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta kebutuhan masyarakat. ***

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH