“Kami terus belajar sambil berjalan. Mahasiswa KKN banyak membantu kami memahami cara melakukan live TikTok, mengelola pesanan hingga sistem pembayaran,” ujarnya.
Meski nilai penjualan daring belum terlalu besar, Elok Piko menilai proses tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem pemasaran digital di tingkat nagari.
Tantangan lainnya adalah pemenuhan berbagai persyaratan administrasi sebelum produk dapat dipasarkan melalui TikTok Shop, termasuk kepemilikan sertifikat halal. Setelah itu, pelaku UMKM juga masih memerlukan peningkatan kapasitas dalam mengelola pemasaran digital secara profesional.
Di luar pemasaran digital, sejumlah produk UMKM Nagari Pangian sebenarnya telah memiliki pasar yang cukup menjanjikan. Produk seperti minuman kesehatan serai-lemon-jahe dan rendang belut bahkan telah dipasarkan di salah satu pusat oleh-oleh di Kota Padang.
Editor : Marjeni Rokcalva






