IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Program Nagari Creative Hub Mulai Tunjukkan Dampak Nyata ke Masyarakat

Program Nagari Creative Hub Mulai Tunjukkan Dampak Nyata ke Masyarakat
Program Nagari Creative Hub Mulai Tunjukkan Dampak Nyata ke Masyarakat
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Menurut Elok Piko, potensi UMKM Nagari Pangian sebenarnya jauh lebih besar. Namun, sebagian besar produk kuliner masih menghadapi kendala pada aspek daya simpan yang relatif singkat sehingga belum siap dipasarkan secara lebih luas melalui platform digital.

“Produk kita sebenarnya banyak. Kendala terbesar adalah bagaimana makanan bisa bertahan lebih lama. Produk seperti sambal dan kuliner khas lainnya masih membutuhkan teknologi pengawetan yang baik agar bisa dipasarkan secara nasional melalui platform digital,” katanya.

Ia menjelaskan, berbeda dengan rendang belut yang mampu bertahan hingga sekitar dua bulan, sebagian besar produk kuliner lainnya masih membutuhkan inovasi pada teknologi pengemasan dan pengawetan. Karena itu, pendampingan kepada pelaku UMKM kini tidak hanya difokuskan pada peningkatan kualitas produksi, tetapi juga diarahkan pada penerapan teknologi pangan agar produk memiliki daya simpan lebih panjang dan daya saing yang lebih kuat.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Selain aspek produksi, transformasi digital juga menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi membuat proses adaptasi pelaku UMKM masih berlangsung secara bertahap. Untuk mengatasinya, Satgas NCH menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai mitra pendamping.

Mahasiswa KKN membantu pelaku UMKM mulai dari pembuatan akun TikTok, strategi meningkatkan jumlah pengikut, teknik siaran langsung (live shopping), pengelolaan pesanan, hingga sistem pembayaran digital.

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH