Lebih rinci Albertiusman mengungkapkan, dari 15 pelajar yang jadi korban kebakaran itu, terdiri dari 2 pelajar TK, 9 pelajar SD, 4 pelajar SMP dan satu orang guru. Sebagai tanda keluarga besar pendidikan hadir di tengah mereka yang jadi korban, dikumpulkan donasi untuk meringankan beban keluarga pendidikan yang tertimpa musibah tersebut, jelasnya.
Sementara Wakil Walikota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, rasa duka yang mendalam atas kebakaran yang terjadi di tiga lokasi pada awal Mei 2026 lalu. Tiga musibah yang terjadi di hari yang sama dalam waktu yang berdekatan itu, menimbulkan duka bagi keluarga korban dan menyita perhatian warga Bukittinggi pada umumnya, karena hampir tidak ada satupun barang yang bisa diselamatkan, katanya.
“Kita tentu berduka atas musibah kebakaran ini. Semoga para korban diberi kesabaran dan ketabahan, serta diganti Allah dengan yang lebih baik tentunya. Pada keluarga korban kebakaran, juga terdapat pelajar yang masih aktif di sejumlah tingkat pendidikan baik SD maupun SMP termasuk gurunya sendiri. Ada pelajar di Jembes dan Gurun Panjang, serta guru yang jadi korban kebakaran di Bukik Apik,” ungkap Ibnu.
“Kita tentu apresiasi langkah dari keluarga besar kependidikan Bukittinggi. Rasa empati dan sosial yang tergerak untuk membantu sesama, menjadi kekuatan bagi para korban. Donasi yang terkumpul, kita serahkan hari ini kepada korban kebakaran di Jembatan Besi Tarok Dipo, Gurun Panjang dan Bukik Apik. Semoga bermanfaat dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” harapnya.
Editor : Medio Agusta






