PADANG - Mantan Ketua Umum DPP Iluni UNP yang juga CEO Alinia Group, Drs. H. Marlis, MM, C.Med, memberikan pesan kepada ribuan calon wisudawan/ti Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (2/4/2026) di Auditorium Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Dunia setelah kampus bukan lagi ruang nyaman, melainkan “medan perang” yang menuntut keberanian, mental baja, dan aksi nyata. Bahwa ijazah dan IPK bukan lagi jaminan kesuksesan, melainkan hanya tiket awal untuk masuk ke arena kompetisi yang sesungguhnya. Dunia tidak butuh sekadar ijazah. Dunia butuh orang yang siap bertarung. Pilihannya hanya dua: bertarung atau terkapar,” tegasnya.
Marlis juga mengingatkan bahwa momen wisuda adalah titik perpisahan dengan zona nyaman kampus dan kehidupan lama. Ia menyebut fase ini sebagai “goodbye kampus dan kampung”, simbol bahwa lulusan harus siap menghadapi dunia nyata yang keras dan kompetitif.
Menurutnya, banyak sarjana gagal bukan karena kurang pintar, tetapi karena tidak siap menghadapi realitas.
Untuk itu, sambungnya, pentingnya transformasi mindset. Ia mengajak para lulusan untuk menolak mental “pengemis pekerjaan” dan mulai membangun niat serta motivasi yang besar.
“Apa yang Anda pikirkan, itulah yang akan terjadi. Jika Anda berpikir kecil, hidup Anda akan kecil. Tapi jika Anda berani bermimpi besar—termasuk menjadi kaya—maka peluang itu akan terbuka,” ujarnya.
Tiga Senjata Utama: Skill, Attitude, Keberanian
Dalam menghadapi “medan perang” kehidupan, Marlis merumuskan tiga senjata utama yang wajib dimiliki setiap lulusan:
Skill: terutama komunikasi, problem solving, dan kemampuan digital
Editor : Marjeni Rokcalva






