Wawako juga mengapresiasi peran BAZNAS Kota Bukittinggi dan Universitas Fort de Kock yang telah menjadi orang tua asuh dan mitra edukasi dalam program ini.
“Pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan bantuan nutrisi saja, tetapi harus dibarengi edukasi yang tepat agar orang tua mampu menerapkan pola makan dan pola asuh yang benar,” tegas Ibnu Asis
Sementara Kepala Dinas DP3APPKB Kota Bukittinggi, Nauli Handayani, mengatakan, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) merupakan inovasi kolaboratif yang bertujuan mempercepat penurunan stunting di Kota Bukittinggi.
“Pemerintah Kota Bukittinggi melalui DP3APPKB bersama lintas sektor, melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk nyata dari komitmen untuk mengentaskan stunting. Salah satunya melalui penyerahan bantuan makanan tambahan kepada 52 keluarga berisiko stunting, serta pemberian edukasi mengenai gizi seimbang dan pola asuh kepada 389 keluarga lainnya,” ungkapnya.( yus )
Editor : Medio Agusta






