IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Dua Festival, Literasi dan Pamenan Minangkabau, Siap Semarakkan Padang Panjang Akhir Pekan Ini

Kadis Kominfo Padang Panjang, Ampera Salim, Kadis DPK, Yan Kas Bari foto bersama usai pertemuan dengan Komunitas Seni Hitam Putih (Afrizal Harun, Sahrul N, Kurniasih Zaitun, dan Ali Sukri), Kamis (24/7/2025). Foto: Humas Panpel
Kadis Kominfo Padang Panjang, Ampera Salim, Kadis DPK, Yan Kas Bari foto bersama usai pertemuan dengan Komunitas Seni Hitam Putih (Afrizal Harun, Sahrul N, Kurniasih Zaitun, dan Ali Sukri), Kamis (24/7/2025). Foto: Humas Panpel
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Diselenggarakan oleh Komunitas Seni Hitam Putih dan didukung oleh Program Dana Indonesiana-LPDP dari Kementerian Kebudayaan, Festival Pamenan Minangkabau #2 mengangkat tema “Padusi di Rumah Gadang”. Tema ini menggambarkan peran sentral perempuan Minangkabau sebagai Limpapeh Rumah Nan Gadang, penjaga nilai-nilai budaya dan pengikat harmoni dalam tatanan adat.

Direktur Festival, Afrizal Harun, menjelaskan bahwa “pamenan” dalam konteks budaya Minangkabau berarti segala sesuatu yang dicintai dan dirawat oleh masyarakat. Nilai-nilai ini hadir melalui empat unsur utama: kato (kata), mato (penglihatan), talingo (pendengaran), dan raso (perasaan)—yang dituangkan dalam pertunjukan tari, musik, hingga atraksi budaya lainnya.

Festival kali ini menghadirkan 20 pamenan, didominasi oleh partisipasi perempuan dari berbagai komunitas, termasuk kelompok lansia dan organisasi Bundo Kanduang, yang akan menampilkan Mars Bundo Kanduang sebagai simbol kehormatan terhadap kiprah perempuan.

"Salah satu sesi yang menarik adalah halakah budaya, forum diskusi reflektif yang mengeksplorasi peran perempuan Minangkabau dari masa ke masa, baik dalam ranah domestik, publik, maupun kebudayaan," kata Afrizal Harun.

Festival ini juga melibatkan kolaborasi lintas sektor. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) menghadirkan program edukasi tentang mitigasi sampah. Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga turut mendukung dengan beragam program sinergis.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Kurator Festival, Sahrul N, menambahkan bahwa konsep "pamenan" merupakan ekspresi mendalam dari identitas budaya Minangkabau.

“Segala hal yang dicintai dan dirawat oleh masyarakat Minang itu bermula dari Rumah Gadang. Dari sanalah lahir nilai, rasa, dan makna kehidupan,” tutur Sahrul N yang didamping Kurniasih Zaitun dan Ali Sukri, yang juga panitia dari Komunitas Seni Hitam Putih.

Kedua festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tapi juga ruang edukasi dan refleksi kultural yang memperkuat jati diri masyarakat Minangkabau di tengah arus perubahan zaman. (R/MR)

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH