Tak hanya sektor kesehatan, Bupati Safni juga membawa wacana besar dalam bidang pendidikan: rencana pembangunan SMA Taruna Nusantara dan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lima Puluh Kota.
“Kami ingin ada sekolah unggulan berskala nasional di daerah, agar anak-anak di Lima Puluh Kota dan sekitarnya punya akses pendidikan bermutu tanpa harus jauh ke luar provinsi. Kemudian Sekolah Rakyat, ini bukan sekadar ruang belajar, tapi ruang tumbuhnya harapan anak-anak yang tidak terjangkau sistem pendidikan formal,” ucap Bupati.
Selanjutnya, Bupati juga menyampaikan progres dan harapan kelanjutan pembangunan Monumen Bela Negara di Koto Tinggi, lokasi bersejarah tempat Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) berjuang mempertahankan eksistensi negara saat agresi militer Belanda.
“Kami ingin sejarah perjuangan bangsa tidak hilang ditelan zaman. Monumen ini adalah bentuk penghormatan pada para pendiri republik sekaligus sarana pendidikan karakter,” tutup Bupati.
Editor : Medio Agusta






