Sekretaris Daerah Kota (Sekdako), Sonny Budaya Putra mengutarakan pengalaman uniknya. Pekan lalu naik angkot ke kantor, dan berjalan kaki saat pulang.
“Perjalanan kaki sekitar 18 menit kalau pulang dari kantor. Dan 20 menit kalau berjalan dari rumah ke kantor, karena jalannya menanjak. Kegiatan ini cukup positif, di samping untuk efisiensi, bisa membantu ekonomi lokal, khususnya di bidang tranportasi,” ujarnya.
Berbeda lagi dengan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako, Ewasoska. Ia lebih memilih taksi online.
“Proses menunggu memang butuh waktu, tapi tarifnya cukup terjangkau, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp14.000. Jarak rumah ke kantor bisa ditempuh 7 sampai 10 menit,” jelasnya.
“Kami berharap program ini terus berlanjut. Ramai hendaknya ASN yang naik angkot pulang maupun pergi," imbuhnya. (HARRIS SUYATA/Lex)
Editor : Marjeni Rokcalva






