Ia menuturkan bahwa kendala dalam melukis di Tuapejat yakni ketersediaan bahan seperti cat akrilik dan kanvas.
Di Padang kanvas ada, tetapi tidak semua warna cat tersedia,katanya.
Sehinggga ia mesti mengorder bahan tersebut dari Kota Malang tempatnya dulu membuka galeri.
Ia berharap usahanya tetap dapat berlanjut dan berniat menyalurkan bakatnya secara gratis bagi generasi Mentawai yang ingin belajar melukis.
" Saya tidak selamanya di Tuapejat, nanti akan pindah lagi. Kalau ada putra/putri Mentawai yang ingin belajar melukis tinggal bawa buku gambar dan kertas,"pungkasnya.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
(Hms/KS)Baca Juga Berita Terkait:
Ngeri, Pemuda Asal Mentawai Jadi Korban Tebasan Leher di Padang. Begini Kronologisnya
Editor : Marjeni Rokcalva







